28 August 2009

Sadis Benar Engkau Malaysia..!!!

Republik Indonesia

Hatiku benar-benar panas setelah mendengar dan melihatnya di berbagai media informasi (baru-baru ini), bangsa Malaysia telah melecehkan martabat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dari dulu memang bangsa Malaysia telah membuat masalah kepada bangsa kita yaitu Indonesia tercinta.

Memang rakyat Malaysia yang bertindak, namun bangsa Malaysia dapat juga disalahkan secara langsung karena telah membiarkan rakyatnya mengganggu hidup bangsa Indonesia. Pasti ada sesuatu hal sehingga negara tersebut membiarkan rakyatnya semena-mena terhadap warga, wilayah, hasil, budaya dari bangsa Indonesia, bahkan pelecehan lagu kebangsaan Indonesia – Indonesia Raya.

Coba bayangkan saja, perbuatan kotor itu sebenarnya sudah mencoret negara Malaysia sendiri. Kenapa? Karena negara Malaysia juga negara Hukum, tahu mana yang salah dan mana yang benar. Tapi mereka sendiri tidak mentaati hukum tersebut.

Saya sangat sedih melihat pemerintah RI yang kurang bertindak terhadap perbuatan tersebut. Padahal dari dulu rakyat Indonesia tidak pernah menjelek-jelekkan atau memburuk-burukkan bangsa Malaysia tetapi Malaysia sendirilah yang melecehkan dan mengganggu negara Indonesia.

Mereka tidak sadar, bahwa pada dulunya bangsa Malaysia tidak akan bisa maju tanpa bantuan Indonesia, yakni Indonesia mengirim guru-guru ke negeri jiran tersebut. Mereka diajar, dididik, dibimbing layaknya di Indonesia tanpa melihat latar belakang kenegaraan, tanpa mengubah jiwa kebangsaan mereka. Mereka juga tidak sadar bahwa mereka pernah memakai bahasa Indonesia karena masih satu rumpun, yakni rumpun melayu.

Coba kita analisa kembali, apakah budaya suku Malaysia? Tentu hanya Melayu bukan? Perhatikan saja nama negaranya berasal dari kata Malay = Melayu, jadi Malaysia (Malayunesia) adalah bangsa Melayu, budaya lain hanya sebagian kecil saja. Bandingkan dengan nama Indonesia yakni negara yang menghubungkan pulau yang satu ke pulau yang lain (Sabang – Mearuke), dan dari situ dapat diartikan bahwa Indonesia adalah merupakan negara maritim atau negara kepulauan, dan tentu di antara pulau-pulau tersebut sudah tentu pasti memiliki budaya-budaya masing dan berbeda dengan yang lain. Kesimpulannya Indonesia adalah negara yang beragam wilayah, suku, budaya, ras, dan agama. Akan tetapi mereka telah mengklaim beberapa budaya Indonesia padahal bila disesuaikan dengan budaya mereka sama sekali tidak cocok dengan budaya yang ada di daerah-daerah Malaysia.

Perhatikan saja, Noordin M. Top, adalah merupakan warga negara Malaysia. Yang jadi pertanyaan kenapa Noordin M. Top tidak melakukan teror tanah airnya sendiri, tapi malah di tanah air Indonesia? Kenapa tidak ada kecaman dari pihak Pemerintah dan Kesultanan Malaysia terhadap Penjahat nomor satu tersebut? Di Indonesia gereja-gereja, atau tempat-tempat yang dikunjungi atau dihuni oleh orang-orang yang beragama Nasrani telah dibom olehnya. Padahal di Malaysia sendiri banyak gereja, juga tempat-tempat yang dikunjungi atau dihuni oleh orang-orang yang beragama Nasrani tidak dibom olehya. Apa bedanya Indonesia dengan Malaysia? Kemungkinan ada sesuatu hal yang diinginkan bangsa tersebut.

Sadis Benar Engkau Malaysia..!!! Masa tetangga sendiri yang engkau hantam, dan ingin memiliki yang bukan milik sendiri. Tidakkah engkau bersyukur atas apa yang engkau miliki? Seharusnya engkau menindak orang-orangmu yang telah mengganggu hidup kami...!

Indonesia sebenarnya negara yang aman dan damai, tetapi sejak datangnya warga Malaysia yang satu ini dan diikuti yang lainnya, telah mengganggu ketenangan hidup rakyat Indonesia. Di tanah air Malaysia sendiri pun warga negara Indonesia juga tidak bisa hidup dengan tenang. Malah disiksa dan dianiaya. Padahal di tanah air Indonesia sendiri warga negara Malaysia tidak pernah diganggu, malah diberi kenyamanan dan ketentraman. Kalau berbuat salah baru dihukum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Lain dari itu tidak ada.

Benar-benar sadis, tidak ada perasaan. Coba bayangkan saja, bagaimana kalau negara Malaysia kita jelek-jelekkan atau kita lecehkan tentu rakyat Malaysia akan marah. Siapa yang tidak panas hatinya kalau keluarganya dilecehkan oleh orang lain apalagi tetangga sendiri, dan warga negara mana yang tidak panas hatinya kalau negaranya dilecehkan negara lain apalagi negara tetangga sendiri. Semua orang pasti panas hatinya atau bahkan ingin membalasnya.

Negara Indonesia memang lagi sedang menyelesaikan banyak masalah-masalah besar, dan pada kesempatan itu pulalah bangsa Malaysia ikut menambah masalah bagi bangsa Indonesia. Wah, sadis benar!

Kiranya pemerintah harus segera mengambil tindakan yang tegas tanpa memandang apakah negara itu kuat atau tidak. Jika tidak, maka negara Malaysia akan semakin merajalela berbuat semena-mena terhadap bangsa Indonesia.

Wahai saudara/iku sebangsa setanah air Indonesia, mari kita bersatu mepertahankan kedaulatan Negara Kita, Negara Kesatuan Indonesia. Jangan biarkan bangsa lain merusak dan mengganggu bangsa Kita. Mari kita bela dan kita pertahankan negara kita sesuai dengan kemampuanmu, profesimu, keahlianmu, keterampilanmu. Bila memang sudah tindakan mereka benar-benar melebihi batas kesabaran, mari kita hancurkan mereka....!

Hidup Indonesia...!!!

S E K I A N

NB. :
Saya sebagai penulis (blogger) membuat tulisan ini bukanlah untuk mengundang pertikaian terhadap bangsa Malaysia, tapi untuk menyadarkan bangsa tersebut atas perbuatan mereka terhadap negara Indonesia. Warga negara mana yang tidak panas hatinya bila negaranya dilecehkan oleh negara lain, apalagi negara tetangga.

Tarutung, Indonesia, 28 Agustus 2009
Oleh :
B. Marada Hutagalung

 http://maradagv.wordpress.com

26 August 2009

Wahai Malaysia, biarkanlah Indonesia Tenang!

Malasyia peace Indonesia

Engkau tau bahwa kami adalah bangsa yang berdaulat
Tapi mengapa hidup kami selalu Engkau ganggu!
Apa salah kami…?

Wahai Malaysia…!
Tidakkah engkau ingat bahwa kami penah mengirim guru ke tempatmu?
Tidakkah engkau sadar bahwa dirimu pernah memakai bahasa Indonesia?
Tidakkah engkau tahu bahwa ragam budaya dan sukumu hanya sedikit dibandingkan kami?

Wahai Malaysia…!
Apakah kami pernah berbuat kesalahan kepadamu?
Bila pernah, kami akan memperbaikinya…!
Tolong katakanlah kepada kami…!

Wahai Malaysia…!
Indonesia bukan Negara Kesultanan, tapi Republik
Yang memiliki ragam agama, suku, budaya, dan lain sebagainya!
Kuharap engkau mengerti…!

Wahai Malaysia…!
Kami bukan bangsa yang suka berperang…
Kami adalah bangsa yang suka berdamai
Kami juga bangsa yang masih engkau butuhkan..!

Wahai Malaysia…!
Kita adalah tetangga, tapi mengapa engkau mengganggu hidup kami?
Kita tidak bisa hidup sendiri tanpa bergandengan tangan…!
Kita harus saling berdampingan...!

Wahai Malaysia…!
Aku memohon bukan karena Indonesia lemah,
Aku memohon bukan karena Indonesia bodoh,
Tapi karena ingin ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan...!

Wahai Malaysia…!
Memang kita memiliki kesamaan, tetapi tidak semuanya...!
Perhatikan saja budaya aslimu adalah melayu,
Hanya itu yang sama persis, yang lain tidak...!

Wahai Malaysia…!
Kenapa rakyat kami tidak pernah tenang hidup di tempatmu?
Tapi rakyat hidup tenang di tempat kami...!
Bahkan dipulangkan ke tempatmu, meski ilegal...!

Wahai Malaysia…!
Wilayah kami memang luas, tapi engkau anggap milikmu
Wilayah kami memiliki keanekaragaman hayati, tapi engkau renggut
Apakah engkau merasa tidak puas dengan yang engkau miliki...?

Wahai Malaysia...!
Hidup Indonesia dan Malaysia...!
Marilah kita saling menjaga diri
Marilah kita saling memaafkan...!

Wahai Malaysia…!
Kumohon dengan sangat...
Biarkanlah kami memiliki budaya dan wilayah kami...!
Bersyukurlah dengan apa yang engkau miliki...!

Wahai Malaysia…!
Kumohon dengan sangat...
Sekali lagi, kumohon dengan sangat...
Biarkanlah Indonesia tenang...!!!
Tarutung, Indonesia, 26 Agustus 2009
Oleh :
B. Marada Hutagalung

16 August 2009

Sulitnya Mendapatkan Kemerdekaan di Tanah Air RI

Sulitnya Mendapatkan Kemerdekaan di Tanah Air RI
Oleh : B. Marada Hutagalung


Kata kemerdekaan sudahlah sering kita dengarkan, secara khusus kata itu tercantum di alinea Pertama pada pembukaan UUD RI Tahun 1945 : 

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.”

Patutlah kita syukuri bahwa kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pejuang dengan sepenuh hati. Padahal para pejuang tersebut adalah orang-orang yang berbeda latar belakang suku, agama, dan sebagainya.

Namun kenapa dengan sekarang? Kenapa kita tidak bisa melanjutkannya dengan mengisi kemerdekaan itu? Kita malah membahas latar belakang agama, suku, ras, dan lain-lain. Malahan ada beberapa kelompok / organisasi tertentu ingin merubah sistem negara kita dan mencoba merubah Pancasila dan UUD RI Tahun 1945.

Tidak hanya itu saja, kemerdekaan itu juga tidak merata bagi seluruh masyarakat. Malahan terjadi diskriminasi, bahkan mementingkan diri sendiri atau kelompok. Itukah yang dinamakan mengisi kemerdekaan?

Penjajahan bukanlah hanya dilakukan negara-negara lain terhadap bangsa kita, tetap penjajahan juga telah terjadi bagi masyarakat bangsa kita, yakni :

1. Tidak meratanya pendidikan ke setiap warga negara dan juga disertai tingginya biaya pendidikan;
2. Tingginya biaya hidup;
3. Kurangnya pembinaan terhadap masyarakat akan rasa jiwa nasionalis sehingga rakyat juga kurang memperhatikan saudara/inya yang berbeda latar belakang, bahkan menimbulkan pemberontakan dan juga perang saudara;
4. Semakin meningkatnya sifat-sifat kepemimpinan yang tidak baik dari pemerintah terhadap masyarakat sehingga lahirlah sifat-sifat yang demikian dari rakyat itu sendiri;
5. Kurangnya perhatian terhadap pengangguran, dan dianggap itu sebagai penyakit sosial;
6. Kurangnya kebebasan berkreasi dan berkarya;
7. kurangnya dukungan dari pihak pemerintah bagi orang yang menyatakan kebenaran;
8. Tidak meratanya keamanan dan perlindungan hukum yang diberikan kepada masyarakat baik di Tanah Air mau pun di Luar Negeri;
9. Sistem Tata Negara sangat bagus, namun tidak terlaksana sepenuhnya, malahan banyak lari dari ketentuan;
10. Kurangnya perhatian terhadapat masyarakat yang minoritas;
11. Bantuan dana diberikan oleh pemerintah namun pembinaannya kurang baik dan layak, serta dana yang diberikan hanya kepada orang-orang yang mampu saja;
12. Penempatan Aparatur-aparatur negara tidak sesuai dengan keahlian dan kemampuannya sehingga menimbulkan kinerja yang tidak bagus dan yang menjadi korban adalah masyarakat yang tidak mampu atau masyarakat yang minoritas bahkan masyarakat yang tidak tahu apa-apa;
13. Politik lebih banyak diutamakan dan telah merabaknya politik terhadap pekerjaan pemerintah;
14. Dan masih banyak lagi.

Tiga 350 tahun lamanya bangsa kita dijajah oleh Belanda, 3 1/2 tahun bangsa kita diduduki oleh Jepang, dan kembali lagi agresi sebanyak dua kali dari Belanda yang dibonceng oleh negara sekutu terhadap bangsa kita terkhusus bangsa Inggirs, menyatakan bahwa sulitnya kemerdekaan itu didapatkan oleh para pendahulu kita. Sudah sepatutnya para motor bangsa kita harus mempelajari masa lalu itu, dan bukan malah melahirkan sifat-sifat penjajah bagi masyarakat agar masyarakat itu juga bisa hidup berdampingan dan saling tolong menolong di samping mendapatkan kesejahteraan dari pemerintah. Bahkan lebih dari itu rakyat akan mampu memberikan yang terbaik bagi negara tercinta ini.
Para rakyat yang berpendidikan juga sudah sepatutnya memperjuangkan kemerdekaan itu ke arah yang baik. Jangan malah menunggu pemerintah itu berbuat baik serta mempermainkan kemerdekaan itu apa bila memang mengerti tentang kemerdekaan yang sebenarnya.

Kita sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah saatnya meraih kemerdekaan itu dengan melakukan yang terbaik bagi bangsa, yang mengabdi melalui profesi, kemampuan, talenta, keahlian yang ada pada kita. Artinya ada keseimbangan hak dan kewajiban. Jangan kita hanya menuntut hak saja, tetapi kewajiban juga kita lakukan.
Iri rasanya melihat negara-negara lain yang masyarakatnya rata-rata sejahetara bahkan lebih dari itu. Mereka diberi kebebasan berkreasi, berkarya serta hak di samping kewajiban yang diberikan pemerintah negara tersebut. Kapankah kita mendapatkan kemerdekaan yang seperti itu?

Memang segala sesuatu itu akan indah kita dapatkan yakni kemerdekaan. Namun kemerdekaan itu tidak akan kita dapatkan bila tidak kita perjuangkan dengan baik serta merta mendapat perlawanan dari pihak pemerintah. Tuhan akan memberikan kemerdekaan itu bila memang kita sepenuh hati melakukannya dan pemerintah pun akan sadar bila terus menerus diperjuangkan.

Mari kita kembali meraih kemerdekaan itu dengan penuh perjuangan. Menuntut kemerdekaan tidak hanya menuntut hak saja, tetapi harus juga kita melakukan kewajiban serta mewarnai kehidupan berbangsa dengan hidup berdampingan dan melakukan pengabdian kepada negara.

Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yang berazaskan UDD RI Tahun 1945 dan negara yang berdemokrasi Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika adalah yang menyatakan bahwa negara kita ini :
- bukanlah negara anarkhis;
- bukanlah negara kerajaan;
- bukanlah negara perserikatan;
- bukanlah negara penjajah;
- bukanlah negara agama;
- bukanlah negara boneka;
- bukanlah negara mati;
- bukanlah negara lemah;
- bukanlah negara hantu;
- bukanlah negara yang hanya melahirkan aturan peraturan saja;
- bukanlah negara tukang memonopoli apa saja;
- bukanlah negara yang membicarakan politik saja;
melainkan negara kita adalah :
- negara yang merdeka;
- negara yang memiliki dasar hukum yang kuat;
- negara yang memberikan hak dan kewajiban yang seimbang;
- negara yang memperhatikan rakyat;
- negara yang melindungi rakyat;
- negara yang memberikan kebebasan berkarya dan berkreasi;
- negara yang aman, adil dan sentosa;
- negara yang hidup;
- negara yang tidak diskriminatif;
- negara yang beradab;
- negara yang beragama;
- negara yang mau bekerjasama dengan negara lain;
- negara yang berdampingan dengan rakyat;
- negara yang memiliki sistem yang baik dan terlaksana degan baik;
- negara yang menyatakan kebenaran;
- negara yang teladan bagi negara lain;
- negara yang maju dan makmur;
- negara yang kaya dengan SDA dan SDM;
- negara yang mampu membantu negara lain


Akan tetapi itu semua tidak sepenuh terealisasi dan terlaksanan, malahan kebalikannya lebih banyak yang terjadi.

Reformasi juga telah terjadi di negara kita, namun reformasi itu telah disalahartikan dan disalahgunakan oleh kita sendiri. Malahan lebih parah dari yang sebelumnya. Yang menjadi pertanyaan, apakah kita kembali lagi seperti masa orde lama atau orde baru? Jawabannya, tidak sama sekali. Yang kita lakukan sekarang adalah mengambil hikmat dan mana yang baiknya dari masa orde baru, orde lama dan juga masa penjajahan termasuk masa revolusi dan reformasi. Dan itu menjadi pelajaran yang berguna bagi kita untuk memperbaiki reformasi yang telah rusak itu. Mari kita lahirkan reformasi yang baik dan benar yang sesuai dengan UUD Tahun 1945 dan Pancasila.

Kemerdekaan tidaklah gampang kita dapatkan. Mari kembali ke sejarah bahwa para pejuang juga sulit untuk mendapatkannya. Oleh karena itu mari kita pertahankan kemerdekaan itu dengan pengabdian kita sepenuhnya, dan kita dapat kembali kemerdekaan yang telah dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Jika rakyat Republik Indonesia merdeka, maka pemerintah juga ikut menikmatinya. Namun jika rakyat Republik Indonesia tidak sepenuhnya mendapatkannya maka pemerintah pun akan ikut tersiksa.

Sekali merdeka tetap merdeka…! Merdeka…!!! Merdeka…!!! Merdeka…!!!

S E K I A N
Oleh :
B. Marada Hutagalung

13 August 2009

Lagu / Koor : Sai

Dengan susah payah akhrinya Lagu / Koor rohani yang satu ini selesai saya kerjakan. Yang menjadi kendala adalah Judulnya. Kemaren saya bingung apa judul dari lagu / koor ini. Kebetulan syair dari pada lagu / koor ini banyak kata sai (bahasa Batak Toba), artinya selalu. Dengan demikian akhirnya kata itulah yang menjadi judul lagu ini.

Lagu ini adalah lagu ya pertama sekali dinyanyikan oleh Paduan Suara Agape GKPI Simorangkir, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara. Syair lagu ini menggunakan bahasa Batak Toba.

Cara menyanyikannya :
C=do, 4/4
- Introducing Musik
- Ayat : 1 (Sopran dan Alto)
- Ayat : 2 (Tenor dan Bass)
- Reff. I (2x)
- Intro Musik (Notasi ayat 1)
- Ayat 3 : (Sopran, Alto, Tenor dan Bass)
- Reff. I (2x)
D=do, 4/4
- Reff. II (2x)
- Ending

Saudara/i yang berminat dengan lagu ini, dapat diunduh (didownload) dengan gratis lengkap dengan 2 file berformat JPG atau 2 halaman, yakni :

Sai (Halaman-01).jpg kapasitas 321 KB dan Sai (Halaman-02).jpg kapasitas 285 KB, dan juga disertai dengan Musikn yang berformat Midi dengan nama File : Marada Hutagalung-Sai.Mid (48,0 KB).

Untuk mengunduhnya klik saja yang dibawah ini :
Download Partitur : Sai (Halaman-01).jpg dan Sai (Halaman-02).jpg
Download Musik Midi : Marada Hutagalung-Sai.Mid

Terima kasih, semoga lagu ini menjadi berkat bagi yang menyanyikan dan mendengarkannya serta menjadi kemulian bagi Tuhan Yesus Kristus. Syalom.

Oleh : B. Marada Hutagalung
http://maradagv.multiply.com
http://maradagv.wordpress.com
http://maradahtgalung.blogspot.com

12 August 2009

Puisi-12: Tak Ada Tapi Ada (Versi 2: jatuh cinta)

Tak Ada Tapi Ada

Versi 2: jatuh cinta

Sadar tak sadar

Di saat aku sendiri

Selalu ada yang menghantui pikiranku

Kulihat, tak ada…!

Bila tak berwujud, apakah itu?

Bila insan, siapakah dia?

Waras tak waras

Ketika aku kesepian

Selalu ada yang membayangi hatiku

Kugenggam, tak ada…!

Bila tak berwujud, apakah itu?

Bila insan, siapakah dia?

Gila tak gila,

Di saat aku kosong

Selalu ada yang mengganggu jiwaku

Bila tak berwujud, apakah itu?

Bila insan, siapakah dia?

Apakah itu jatuh cinta?

Bila memang, siapakah cintaku?

Aku tidak tahu,

Tapi aku yakin aku jatuh cinta.


Tarutung, 10 April 2006

By : B. Marada Hutagalung, S.Th

http://maradagv.multiply.com

http://maradagv.wordpress.com

http://maradahtgalung.blogspot.com

Puisiku-11: Tak Ada Tapi Ada (Versi 1: Keyakinan)

Tak Ada Tapi Ada
Versi 1: keyakinan
Di saat aku lemah
Dia selalu b’ri kekuatan
Kulihat, tak ada…!
Kurasa, ada…!
Siapa Dia?
Ketika aku lelah
Dia selalu b’ri kelegaan
Kuraba, tak ada…!
Kujiwai, ada…!
Siapa Dia?
Di waktu aku sakit
Dia selalu b’ri pengobatan
Kupelajari, tak ada…!
Kuimani, ada…!
Siapa Dia?
Apakah Dia yang Agung itu?
Aku tidak tahu…
Tapi aku yakin, itu ada.

Tarutung, 10 April 2006
By : B. Marada Hutagalung, S.Th
http://maradagv.wordpress.com

31 July 2009

Wanita dan Keindahannya

Wanita dan Keindahannya
Oleh : B. Marada Hutagalung


Tanpa wanita, hidup serasa hambar akan serasa hambar, – pada umumnya bagi pria, bahkan bisa menarik perhatian semua pria muda atau pun tua. Demikian juga sebaliknya.



Wanita, yang juga perempuan atau bahasa gaulnya cewek (cewe) adalah makhluk yang sensitif terhadap apa saja, sekali pun ada unsur rasional atau logika, namun kebanyakan menggunakan perasaan.


Para wanita sekarang lebih senang disebut wanita, sedangkan pada zaman dulu lebih para wanita lebih senang disebut perempuan. Sebenarnya tidak ada perbedaan sebutan wanita dengan perempuan, hanya perbedaan penulisan saja.



Manusia yang manakah disebut wanita? Tentu semua sudah tahu. Yang disebut dengan wanita itu adalah bayi perempuan, gadis (remaja/dewasa), ibu-ibu, dan nenek-nenek, – itulah wanita.


Dari sudut perkembangan/pertumbuhan wanita lebih cepat prosesnya dari pada pria. Perhatikan saja (secara logika), pada umur 11 (sebelas) tahun saja tanda-tanda kewanitaannya sudah mulai tampak. Sedangkan umur 9 (sembilan) tahun saja sudah mulai nampak apalagi di usia 14 (empat belas) tahun adalah usia remaja awal yang sangat subur untuk melahirkan.


Perlu diketahui bahwa semua wanita itu memiliki 4 (empat) hal yang tidak dimiliki pria, yakni :
1. Menstruasi (haid) : wanita akan merasakan perutnya sakit dan mual-mual, dan itu terjadi setiap bulan (tanggal dan harinya tidak semuanya sama tapi berdekatan);
2. Hamil (melahirkan anak) : semua wanita akan mengalami hal ini dan pasti merasa menderita untuk melahirkan anak (partus);
3. Menyusui anak : yaitu ASI yang diberikan kepada bayi.
4. Wajib menjadi ibu rumah tangga (bila menikah) yang sangat lebih dekat dengan anak, karena ibulah yang paling dominan merawat anak.


Apabila ada wanita tidak memiliki salah satu atau beberapa hal di atas, kemungkinan ada-ada faktor lain yang mempengaruhinya. Kendati demikian itulah kodrat para wanita.


Wanita adalah ciptaan Tuhan yang terindah dari segala apa pun di dunia ini. Wanita diciptakan Tuhan bukan hanya sebagai pelengkap saja atau hanya membantu saja. Tetapi juga mitra kerja pria dalam melakukan berbagai macam hal, karena wanita dan pria sederajat di hadapan Tuhan Allah.


Banyak pria menyatakan bahwa wanita itu hanya pembantu atau budak pemuas nafsu saja bagi dirinya. Hal itu dapat kita telusuri mulai pada zaman pra-sejarah bahkan sampai sekarang, wanita lebih banyak tersiksa secara batiniah dan jasmaniah. Kebanyakan pria-pria tertentu tidak menyadari hal tersebut, bahwa tanpa wanita pria itu juga tidak akan lahir ke dunia nyata ini. Pria itu pun tidak akan bisa bekerja bila tanpa kehadiran wanita, karena pria kebanyakan terlalu egois dan gegabah dalam melakukan pekerjaan apa saja. Selalu menang sendiri, apa boleh buat wanita terpaksa mengalah dan memendamkannya dalam hatinya.


Wanita memang sangat hebat, dia memiliki keindahan yang sangat menarik perhatian pria. Oleh karena itulah sering terjadi kekerasan seksualitas terhadap wanita. Sebenarnya belum tentu wanita itu sendiri memancing pria untuk berbuat demikian. Kebanyakan pria terpancing karena memang dasar imannya kurang kuat untuk menahan hasrat birahinya. Kekerasan seksualitas bisa terjadi pada semua usia wanita, mulai bayi sampai dewasa, bahkan sampai kepada nenek-nenek pun bisa mengalami kekerasan seksualitas karena hasrat birahi sang pria benar-benar sudah tak bisa ditahankan lagi.


Apa pun ceritanya, keindahan tubuh wanita bila ditutupi tetap akan selalu tampak karena itu menandakan bahwa dirinya adalah wanita. Kalau pun bisa menyamar lambat laun akan diketahui pria. Namanya pun pria, selalu berusaha mencari keindahan. Memang wanita yang paling kerap kali diperkosa adalah wanita yang menutupi keseluruhan tubuhnya. Jangan salah paham, karena memang itu sering terjadi. Kenapa itu terjadi? Itu terjadi karena si pria penasaran akan tubuh yang ditutupi si wanita tersebut.


Namun, ada juga wanita (tidak semuanya) menyalahgunakan keindahan tubuhnya hanya untuk mendapatkan harta belaka atau nafsu saja. Sebenarnya tidak ada keinginan wanita untuk berbuat demikian. Banyak faktor lain yang membuatnya seperti itu. Seperti halnya Wanita Susila (WTS atau yang sudah rusak sengaja atau tidak), dia berbuat demikian karena ingin menafkahi dirinya atau keluarganya. Dan dia menjadi WTS adalah karena dirinya sudah terjebak atau telah dirusak orang lain atau pria-pria yang tidak bertanggung jawab.


Para wanita perlu menjaga dirinya di mana pun dia berada, dan harus berusaha untuk membaca situasi orang-orang sekitarnya agar dirinya aman. Namun juga harus berdoa agar Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa menjaga dirinya.


Bila pun punya pacar jangan terlalu percaya seratus persen, karena belum tentu pacar anda tersebut menanggungjawabi apa yang telah dilakukannya. Pria ini banyak akal-akalnya, dan selalu berusaha untuk menghindar. Maunya yang enak-enak saja yang dinginkannya.


Bagi wanita yang sudah terjatuh ke dunia gemerlap (WTS atau wanita yang sudah rusak sengaja atau tidak) segera bertobat, masih banyak pekerjaan yang bisa dilakukan yang penting halal. Dan bagi wanita yang masih mengarah ke dunia tersebut, segaralah menghindar agar tidak menyesal di kemudian hari.


Seks itu memang ciptaan Tuhan, siapa saja boleh memahaminya tergantung kapasitas metode pembelajarannya. Tetapi seks tidak boleh dilakukan sebelum benar-benar menikah secara resmi. Apalagi seks itu memang benar-benar membuat kita nikmat, tetapi hati-hati! Seks juga bisa membahayakan siapa saja bila gonta-ganti pasangan untuk berhubungan badan. Bisa terkena HIV AIDS. Maka, setialah terhadap pasangannya. Ini disarankan bagi yang sudah menikah secara resmi, sedangkan yang belum menikah jangan dulu dilakukan.


Bagi kaum pria sudah menjadi kewajiban untuk menghormati wanita, janganlah siksa wanita itu dengan cara apa pun. Tapi, jangan pula wanita itu malah membiarkan pria tersebut merusak dirinya. Jagalah tubuhmu, dan berikanlah itu kepada pasanganmu yang benar-benar mencintaimu pada nantinya setelah nikah dengan resmi. Dan bila sudah nikah janganlah mencari pria lain untuk memuaskan nafsu birahi apabila pasangan anda tidak lagi bisa memberikan kepuasaan badaniah. Demikian sebaliknya, apabila wanita sudah kelihatan tidak cantik lagi, bagi anda kaum pria, janganlah mencari wanita lain. Tetaplah setia, hargai pernikahan suci anda. Agar rumah tangga anda akur selamanya.


Jangan salahkan pernikahan, tapi syukurilah. Meski nantinya anda tidak mendapat apa yang anda inginkan nantinya. Miskin atau kaya, cantik atau jelek kita harus jalani karena kita sudah menikah secara resmi.


Bagaimana dengan nikah secara terpaksa tapi resmi? Itu terjadi karena banyak hal. Jangan sesali, tetap jalanilah, dan cobalah berusaha untuk mengerti situasi meski sangat menyakitkan hati. Alhasil rumah tangga anda akan mendapat berkat dari Tuhan. Ingatlah, segala sesuatunya indah pada waktunya. Jadi sabar-sabar saja, tetapi tetap tekun bedoa dan bekerja.
Bagi yang sudah menikah tetapi tidak resmi, segeralah meresmikannya meski dana tidak mencukupi agar rumah tangga anda tetap harmonis.


Sudah sepatutnya kaum pria bersyukur akan kehadiran wanita dalam hidupnya. Wanita tidak hanya memiliki keindahan tubuh saja, tetapi juga memiliki keindahan lain, yakni hatinya. Namun sangat disayangkan banyak juga wanita tidak bisa menjaganya, sehingga terjadilah penyesalan, ketidakrukunan, kehancuran, dan sebagainya.


Wahai para wanita, walau anda sederajat dengan pria tetaplah selalu pada jalur kodratnya. Artinya, janga pula jadi ingin menjadi seperti pria, yakni menjadi kepala keluarga, atau yang lainnya, apalagi dirinya adalah wanita yang notabene berharta berlimpah sehingga sesuka hati terhadap pria.


Hal yang perlu diperhatikan wanita antara lain :
  1. Berusaha menjaga dirinya dan membaca situasi sekitarnya di mana pun berada (bukan curiga), dan jangan memancing suasana mengundang yang mengarah kepada tindak kekarasan apa saja;
  2. Selektiflah dalam memilih pasangan dan tentunya dibarengi dengan doa, dan bila terlanjur memilih pasangan cobalah memberi penjelasan yang baik dan benar serta jelas kepada pacar anda, jika memang tidak bisa diberi penjelasan tinggalkan saja, meski berat hati tetapi anda akan selamat dari cengkraman maut;
  3. Setialah dan berikanlah tubuh anda terhadap pasangan anda yang telah menikahi anda secara resmi;
  4. Semua pekerjaan pria dapat dikerjakan wanita, tetapi janganlah ingin menjadi seperti pria, hargailah kelahiran anda sebagai wanita, hargailah bahwa anda ciptaan Tuhan yang terindah;
  5. Dalam berargumen dan bertindak cobalah menyeimbangkan perasaaan dengan pikiran (logika/rasional);
  6. Tingkatkanlah keimananmu kepada Tuhan yang engkau yakini, itu akan membantu untuk tidak berbuat hal-hal yang melanggar aturan-aturan/norma-norma yang berlaku di mana pun anda berada;
  7. Jadilah wanita yang penyabar dan murah hati tetapi tegas dan tegar.

Pria juga perlu memperhatikan beberapa hal terhadap wanita :
  1. Jangan mudah terpancing oleh keindahan tubuh wanita, sadarlah bahwa dirimu terlahir karena wanita, apalagi wanita yang masih remaja atau jauh di bawah umur, jangan sempat merusak masa depannya agar masa depan anda juga tidak rusak;
  2. Jika anda sudah memiliki pacar cobalah untuk menjaga tubuhnya, jangan malah terlarut dalam nafsu birahi;
  3. Jika anda sudah menikah berusahalah untuk tetap setia, jangan coba cari wanita yang lain;
  4. Wanita itu pada umumnya lemah, oleh karena itu berusahalah untuk menjaganya dari segala mara bahaya;
  5. Tingkatkanlah keimanan dan kemoralan anda agar anda tidak terjerumus ke dunia gelap.

Wahai para wanita, berbahagialah karena anda adalah ciptaan Tuhan yang terindah. Wahai pria, berbahagialah, anda telah diberi Tuhan wanita untuk membantu anda, sebagai pelengkap anda, dan menjadi mitra anda di bumi.


Wahai wanita, jadilah wanita yang sejati...!!!
SEKIAN


Oleh :
B. Marada Hutagalung