
Tata Bahasa Indonesia EYD: Perbedaan Imbuhan "Di-" dan Kata Depan "Di"
Dimakan dan di makan, atau di rumah dan dirumah, manakah penulisan yang benar dan salah?
Dalam penulisan, persuratan dan administrasi di negara kita ini sering kali di antara kita salah menuliskan dan membedakan imbuhan "di" dan Kata Depan "di". Terkadang tertukar penulisannya. Parahnya, banyak orang mengaggap remeh akan hal tersebut. Padahal salah menulis bisa salah arti, mungkin kita orang Indonesia bisa paham, tapi orang asing yang tahu bahasa indonesia bisa salah paham akibat penulisan yang salah.
Persamaannya, imbuhan "di-" dan kata depan "di" sama-sama memiliki dua huruf yakni huruf "d" dan "i". Hanya itu saja persamaannya, justru lebih banyak perbedaannya.
Berikut penjelasan perbedaan imbuhan "di-" dan kata depan "di".
A. Imbuhan (awalan/prefiks) "Di-"
- Fungsinya membentuk kata kerja pasif;
- Bukan sebuah kata yang berdiri sendiri, sehingga cara penulisannya harus digabung dengan kata yang lain;
- Contoh: dimakan, disiram, dibagi, ditolong, dirumahkan, diambil, dibandingkan, dan lain-lain.
B. Kata Depan "Di"
- Fungsinya menunjukkan keterangan waktu, tempat, arah atau lokasi;
- Sebuah kata yang berdiri sendiri, sehingga penulisannya terpisah dengan kata setelahnya;
- Contoh: di mana, di rumah, di utara, di jam 10, di buku, di mobil, di sana, di antara, dan lain-lain.
Berdasarkan penjelasan di atas maka kita bisa menentukan mana penulisan yang benar dan salah:
- dimakan: benar;
- di makan: salah;
- di rumah: benar;
- dirumah: salah.
Kiranya penjelasan singkat dan sederhana di atas dapat dipahami.






