Follow by Email

Tarutung Na Uli

Download lagunya, klik : Tarutung Na Uli atau langsung download partitur dan musik midinya:

Foto Saya Menjadi Bahan Artikel Blog nababan.wordpress.com

Written By B. Marada Hutagalung on 07 Mei 2015 | 5/07/2015 12.28.00 PM



Sesuatu hal yang tak saya duga, foto kami berdua, B. Marada Hutagalung dan Fendiv Lumbantobing menjadi bahan artikel di blog nababan.wordpress.com dengan judul "Nikmatnya Mandi Air Soda di Desa Parbubu Tarutung" (tanggal artikel 26 Juli 2010).

Foto itu sudah ada sebelum dibuat ke blog tersebut, mungkin admin situs tersebut tidak sempat menggunakan foto lain sehingga foto kami tersebut yang digunakan sebagai bahan artikel blognya.

Foto dalam blog tersebut ukuran pixel-nya dan kapasitasnya kecil, maka kemungkinan besar diambil dari via google, dan yang mungkin muncul pertama didapatnya ukuran kecil sehingga foto yang lainnya diabaikan.

Walau demikian, saya sangat berterima kasih kepada pemilik atau admin blog tersebut, dan semoga sukses selalu. Amin.

5/07/2015 12.28.00 PM | 0 Isi Komentar Baru | Baca Selengkapnya...

Logo GKPI dan Artinya

Written By B. Marada Hutagalung on 13 April 2015 | 4/13/2015 09.24.00 AM

Logo GKPI

Gambar di atas adalah salah satu logo lembaga Gereja milik GKPI (Gereja Kristen Protestan Indonesia), yang berkantor pusat di Jl. Kapten M.H. Sitorus No. 13, Pematangsiantar, Provinsi Sumatera Utara.

Arti Logo
  1. Bola dunia: menggambarkan panggilan GKPI untuk menjadi garam untuk dunia.
  2. Salib: mengingatkan pemberitaan Injil, bahwa dunia ini telah ditebus oleh Jesus kristus dari kuasa Iblis dan dosa di atas kayu salib, demi keselamatan setiap orang.
  3. Lidah api: menggambarkan lidah api Roh Kudus, yang menjadi sumber segala hikmat pembaharuan dan kebaharuan serta kekuatan iman
  4. Kesemuanya (keseluruhan): Salib, lidah api dan nama GKPI berada di dalam lingkungan bumi adalah menggambarkan kehadiran pekerjaan Tuhan demi keselamatan Dunia.

Logo ini digambar ulang sesuai oleh B. Marada Hutagalung, namun mohon maaf logo ini bukan diciptakan oleh B. Marada Hutagalung, hanya digambar ulang saja agar lebih sempurna lagi, dan merupakan sebuah bentuk apresiasinya sebagai jemaat GKPI.

Sekian dan terima kasih.

Refrensi: gkpi.or.id (situs resmi GKPI).
4/13/2015 09.24.00 AM | 0 Isi Komentar Baru | Baca Selengkapnya...

Ingatlah

Written By B. Marada Hutagalung on 12 Juni 2014 | 6/12/2014 04.56.00 PM

6/12/2014 04.56.00 PM | 0 Isi Komentar Baru | Baca Selengkapnya...

Font BMH-japan

Written By B. Marada Hutagalung on 03 Juni 2014 | 6/03/2014 05.36.00 PM


Kali ini saya mencoba membuat font untuk komputer windows (Linux/Machintos), dan akhirnya berhasil. Fungsi font tersebut tidak berubah, yang berubah modelnya saja, yakni sedikit mirip dengan huruf kanji (jepang), tidak terlalu mirip dan belum sempurna. Mohon maaf karena masih tahap pembelajaran.


Jika saudara/i berminat silahkan klik :
https://drive.google.com/file/d/0B9Z_fXJ4Lz9rOFJ6MVhNenlMOTg



Jika anda memiliki akun 4shared.com (bila belum mendaftarlah) klik di bawah ini:
http://www.4shared.com/get/FpmZv16mce/BMH-japan.html



Bila masih kesulitan klik yang di bawah ini :
http://www.mediafire.com/download/w1m1smnud8w11w7/BMH-japan.ttf


Cara menginstal, untuk Windows XP, salin font BMH-japan.ttf dan paste-kan di C:\Widows\Font\, untu Windows Vista, Win7 dan Win8 cukup hanya mengklik dua kali file tersebut, kemudia klik tombol Instal di bagian atas. Untuk memastikannya buka Microsoft Word, lalu cari nama BMH-japan, lihat gambar di bawah:


Terima kasih dan Salam Sejahtera!


6/03/2014 05.36.00 PM | 0 Isi Komentar Baru | Baca Selengkapnya...

Font Aksara Batak Toba Baru Untuk Komputer

Written By B. Marada Hutagalung on 28 Mei 2014 | 5/28/2014 06.07.00 PM



Puji Tuhan saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas berkat dan karunia-Nyalah saya berhasil memperbaharui Font/Huruf Aksara Batak Toba yang dibuat oleh Uly Kozok sebelumnya.

Dalam hal ini saya memperbaharui kekurangan Font yang diciptakan oleh beliau dan semua itu adalah untuk menjaga dan mempertahankan budaya kita.

Telah disediakan dua file, satu file Font dan satu file Cara pengetikan, dan untuk mendapatkannya klik gambar Download di bawah ini:

https://docs.google.com/file/d/0B9Z_fXJ4Lz9rV0M5aUtSMENtQTA


Setelah kita klik DOWNLOAD di atas maka akan muncul seperti di bawah ini:
Klik tombol yang dilingkari warna merah! (klik gambar untuk melihat dengan jelas)

Klik kiri tombol yang ada dalam lingkaran warna merah di gambar di atas, lalu pilih tulisan Download. Ingat,  file yang kedua yang harus didownload, setelah didownload lalu ekstrak file zipnya. Jika kurang paham, klik Judulnya Batak Toba New.ttf, kemudian save as, dan juga Cara Pengetikannya, lalu save as.


Bagi yang memiliki akun 4shared.com (daftar bila belum memiliki) klik di bawah ini: 
http://www.4shared.com/get/ao0PpuV7ba/Aksara_Batak_Toba_Baru.html


Jika yang di atas tidak berhasil, maka, silahkan klik di bawah ini :
http://download1487.mediafire.com/q8not16a9itg/us42kwi5b6ieju4/Aksara+Batak+Toba+Baru.zip



CATATAN: Font ini bisa digunakan di komputer berbasis Linux dan Machintos, namun rumit cara instalnya, cara mudah salin terlebih dahulu fontnya ke komputer Linux/Machintos, klik font tersebut lalu klik tulisan instal.

Marilah kita menjaga, memelihara dan mempertahankan budaya kita.

HORAS!
5/28/2014 06.07.00 PM | 1 Isi Komentar Baru | Baca Selengkapnya...

Belajar Fotografi - Jadilah Bintang

Written By B. Marada Hutagalung on 09 April 2014 | 4/09/2014 02.45.00 PM



Belajar Fotografi adalah sebuah cara bagaimana untuk mengabadikan sesuatu objek/momen tertentu agar tidak hanya sekedar gambar saja namun memiliki makna/arti yang banyak.

Kita sering kali mengabadikan sebuah objek atau momen tertentu hanya sekedar gambar saja, atau sebagai kenangan atau gaya saja. Malah tidak memikirkan apa sebenarnya makna dari hasil jepretan kamera kita tersebut.

Jika kita ingin memiliki foto yang bermakna tidaklah harus menggunakan kamera yang super canggih. Cukup dengan menggunakan kamera seluler sudah bisa belajar menjadi fotografer pemula. Bagaimana pula dengan kita yang menggunakan kamera seluler hanya berkemampuna VGA, yang hasilnya kelihatan tidak bagus? Tidak perlu berkecil hati, asal bisa memahami sudut pencahayaan maka hasilnya bisa bagus walau tak maksimal, namun memiliki arti tersendiri.

Cobalah mengabadikan sebuah objek/momen tertentu dengan melihat/memahami sisi-sisi lainnya, seperti latar belakang, sudut kiri/kanan dan posisi kita di saat mengabadikan sebuah gambar, serta apa maksud dan tujuan kita mengabadikan gambar tersebut, baik direncanakan mau pun tidak direncanakan.

Perlu kita ketahui bahwa fotografer berbeda dengan foto editor, yakni fotografer adalah orang yang mengabadikan objek/momen tertentu dengan kamera, sedangkan foto editor adalah orang yang memodifikasi foto yang sudah diabadikan; fotografer bisa saja menjadi foto editor atau bisa saja tidak, demikian sebaliknya foto editor.

Di bawah ini ada beberapa contoh hasil kamera yang menggunakan kamera seluler merk Nokia X2-00 dengan kamera berkapasitas 5 Megapiksel, namun di saat saya mengabadikannya saya mengatur ukurannya menjadi 3,2 Megapiksel. Namun hasil fotonya saya edit ulang, dibuat dalam format PNG dan aslinya saya simpan.





Semua foto di atas bertema "Jadilah Bintang", namun memiliki arti tersendiri dan masing-masing berbeda arti. Bagus atau tidaknya gambar di atas adalah penilaian dari saudara/i.



Terima kasih.
4/09/2014 02.45.00 PM | 0 Isi Komentar Baru | Baca Selengkapnya...

Syarat-syarat Pendaftaran Ulang CPNS Honorer Kategori 2 di Lingkungan Pemkab Tapanuli Utara

Written By B. Marada Hutagalung on 21 Maret 2014 | 3/21/2014 11.26.00 AM


Logo Kab. Tapanuli Utara

Ada pun syarat-syarat ini dapat diunduh/download di bawah ini, pilih salah satu :

Pendaftaran dimulai pada tanggal 24 Maret s/d 02 April 2014 di BKD Kab. Tapanuli Utara, dan jika tidak mendaftar sampai pada tanggal 02 April 2014 pukul 16.00 WIB maka yang bersangkutan dianggap gugur. Pengumuman selengkapnya bisa dilihat di BKD Kab. Tapanuli Utara.

Salam.
3/21/2014 11.26.00 AM | 0 Isi Komentar Baru | Baca Selengkapnya...

Saya Cinta Musik

Written By B. Marada Hutagalung on 12 Maret 2014 | 3/12/2014 10.32.00 AM

B.M.H.

Saya cinta musik tapi bukan berarti saya bisa menguasai semua musik dan jenisnya, setidaknya minimal tahu tentang musik.

Siapa saya? Saya adalah B. Marada Hutagalung (B.M.H) asli orang Tarutung (mulai lahir, sekolah/kuliah sampai kerja semuanya di Tarutung), tentu bila saya terkenal tentu saudara/i mengenal saya, tapi saya tidak merasa terkenal dan mungkin saudara/i belum mengenal saya.

Kata orang saya itu musisi terkenal. Masa? Dan sudah banyak lagu-lagu saya yang terkenal, tapi itu kata orang. Menurut orang bahwa salah satu lagu saya yang terkenal adalah...! Apa ya? Menurutku lagu-lagu yang saya tulis tidak terkenal, sebab satu pun lagu saya tak ada yang berlabel resmi, hanya label B.M.H, itu pun atas inisaitif saya. Walau begitu semua lagu yang saya tulis, aransemen saya curahkan di blog saya di http://maradagv.blogspot.com.

Orang berpikir bahwa saya adalah penulis lagu yang terkenal dan kaya tapi tidaklah demikian. Andai terkenal saya akan hidup berkelimpahan, namun saya sudah sangat bersyukur dengan apa yang ada pada saya. Kata orang saya ganteng. Siapa orangnya? Saya rasa saya tidak ganteng, tapi lumyayanlah. Ah, juga tidak lumayan.

Di samping saya cinta musik, saya juga suka sastra, itulah sebabnya saya sering menulis puisi dan saya curahkan di blog puisi saya yakni di http://mgv107.blogspot.com, tapi saya juga suka menulis hal-hal lain, bisa dilihat di http://maradahtgalung.blogspot.com. Tapi saya juga suka komputer dan internet.

Jujur, meski pun saya cinta musik, sastra, dan komputer tapi saya belum bisa dikatakan mahir di bidang hal tersebut. Dan semuanya saya pelajari secara otodidak atau belajar sendiri/belajar dari orang yang berbengalaman, tidak kursus (hanya kursus komputer/bahasa Inggris tapi tidak tamat).

Mengenai pekerjaan, sebenarnya saya suka bekerja sesuai dengan hobbi/bakat/talenta saya, tapi Tuhan malah memberikan saya bekerja menjadi PNS di salah satu instansi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara.

Saya punya istri namanya Kartini Elisabet Samosir (Pakpahan), saya tidak tahu pendapat orang tapi menurut saya bahwa istri saya cantik dan baik (ehem-ehem, kurasa telinganya naik). Dia orang Rantauprapat, Kab. Labuhanbatu. Banyak orang mengira kalau dia saya dapat dari teman satu kuliah saya, tapi ternyata tidak. Dia lulusan FKIP Universitas HKBP Nommensen (jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, dan sedangkan saya lulusan dari Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Tarutung (jurusan Teologia). Jadi saya memiliki gelar S.Th dan juga mendapatkan gelar Pendeta (Pdt.) tapi sangat jarang saya pakai gelar tersebut, hanya digunakan pada waktu tertentu saja, itu pun kalau terpaksa. Meski pun saya lulusan dari Perguruan Agama Kristen, tapi saya tidak pernah membahas tentang agama saya kepada saudara/i yang beragama lain dan juga saya tidak mau berdebat kepada saudara/i yang berbeda agama dengan saya mengingat bahwa saya adalah orang Indonesia yang berazaskan Pancasila dan UUD RI Tahun 1945.

Siapa saya? Bisa dilihat sendiri secara langsung. Tapi kurasa tak ada orang yang bertanya/berpendapat tentang saya. Mungkin saudara/i berpikir bahwa saya orang aneh atau gila karena membuat tulisan.

Mohon maaf atas tulisan saya ini, hanya ingin menulis saja dari pada kosong blog saya.

Salam Sejahtera dan Salam Musik.
3/12/2014 10.32.00 AM | 0 Isi Komentar Baru | Baca Selengkapnya...

Wedding Anniversary

Written By B. Marada Hutagalung on 10 Januari 2014 | 1/10/2014 02.57.00 PM


Ulang Tahun Pernikahan B. Marada Hutagalung dan Kartini Elisabet Samosir, 10 Januari 2013 – 10 Januari 2014.

Tuhan memberkati rumah tangga ini, sampai selamanya dan menjadi keluarga yang teladan dan penuh berkat. Amin.
1/10/2014 02.57.00 PM | 2 Isi Komentar Baru | Baca Selengkapnya...

OPINI - Bola Liar Iklan Lifebuoy (Yoyarib)

Written By B. Marada Hutagalung on 09 Desember 2013 | 12/09/2013 12.17.00 PM





Illustrasi Victory News-NTT; Foto Yoyarib.

Kehadiran iklan produk Lifebuoy di berbagai media massa baik itu stasiun televisi dan media cetak, tak kalah juga di media sosial (dunia maya), terutama youtube dengan mudah dapat dinikmati oleh semua pembaca. Kehadiran iklan ini juga mengundang rasa simpatik masyarakat luas di seluruh pelosok nusantara akan keadaan Nusa Tenggara Timur (NTT) karena kemasan iklan yang menyampaikan kepada publik soal harapan hidup dari anak NTT sangat kritis sejak lahir hingga umur 5 tahun. Menurut iklan ini anak-anak NTT pada umur balita sering tidak mencuci tangan, kondisi ini membuat mereka rentan terhadap kuman yang mengakibatkan diare sehingga meninggal dunia.

Iklan sabun Lifebuoy adalah salah satu produk dari PT. Unilever Indonesia Tbk yang keberadaannya di Indonesia sudah ada sejak 1933, yang sebelumnya bernama Zeep fabrie ken  N.V. Lever yang sesuai akta notaries berkedudukan di Batavia. Unilever sebenarnya adalah perusahaan asing yang didirikan sejak tahun 1930 dan berkedudukan di London (Inggris) dan Rotterdam (Belanda), Unilever dibentuk oleh perserikatan pembuat sabun di Inggris dan seorang produsen margarine di Belanda. Kemungkinan PT. Unilever Indonesia didirikan oleh VOC karena masa itu Indonesia kekuasaan ditangan penjajahan Belanda. NTT menjadi orientasi dari para perusahaan asing untuk menjalankan CSR-Project-nya (Corpoorate Social Responsibility).

“Kampanye Tangan Bersih” yang di lancarkan Lever Brothers pendiri Unilever sudah dilakukan sejak 1926, di mana mendorong orang untuk mencuci tangan; “sebelum sarapan, sebelum makan malam dan setelah bersekolah.” Dengan mengajarkan kebajikan akan kesehatan dan kesadaran terhadap kuman, kampanye ini menanamkan merek perusahaan ke dalam pikiran anak-anak dan orang tua mereka (Jonathan Mantle; Esensi Erlangga Group; 2008).

Sebelumnya Danone sudah hadir di NTT dengan iklan Aqua dan pesannya dalam iklan tersebut adalah membantu pengadaan pipa air bersih agar memudahkan akses air bersih bagi masyarakat, sebuah taq line yang melekat kuat pada masyarakat yakni “sekarang sumber air su dekat”, iklan ini mampu membuat semua orang mengenangnya bahkan tak cukup daerahnya yang dikenang tetapi warga NTT yang bermukim di Jawa dan pulau di luar NTT sering mendapatkan sapaan cukup dengan taq line “sumber air su dekat”. Danone adalah perusahaan asing yang memiliki sejumlah produk makanan dan minuman yang juga memiliki cabang di Indonesia, sedangkan Danone memiliki kantor berpusat di Perancis.

Logika pasar sederhana yang terbangun, setelah sudah tersedia air seperti yang diiklankan Danone melalui produk Aqua, maka manusia butuh sabun untuk mandi dan menucuci tangan sebagaimana yang diiklankan oleh Unilever melalui produk Lifebuoy, tentunya setelah iklan Lifebuoy maka ada kemungkinan ada CSR-Project yang dihadirkan melalui iklan produk lain seperti closet untuk kebutuhan MCK (Mandi, Cuci, Kakus). Pola ini akan berkelanjutan dan dapat dilakukan oleh berbagai perusahaan dengan melihat isu yang bisa di jual dan memiliki keterkaitan dengan isu sebelumnya, tema besarnya adalah “kekurangan atau kemiskinan” sehingga dengan alasan CSR-Project yang diharuskan oleh pemerintah bagi seluruh perusahaan yang di atur dalam Peraturan Pemerintah tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pasal 74 ayat (4) UU No. 40 Tahun 2007 tentang  Perseroan Terbatas.

Perusahaan selalu memiliki orientasi yakni meraup keuntungan, walaupun ada keharusan oleh pemerintah untuk menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungannya tetapi mereka selalu mempertimbangkan kompensasi keuntungan ini. Sebagian warga NTT tentunya senang karena mendapatkan bantuan kemanusiaan bahkan senang karena mendapatkan kesempatan untuk membintangi iklan tersebut. Tetapi efek lain dari iklan ini adalah tetap berharap meraup keuntungan yang sangat besar dari iklan ini sebagaimana telah diungkapkan pada alinea sebelumnya yang diungkapkan oleh Jonathan Mantle bahwa “Kampanye Tangan Bersih” bertujuan untuk menanamkan merek perusahaan ke dalam pikiran anak-anak dan orang tua. Topik kampanye Unilever ini melihat NTT dengan kondisi daerah yang sudah di iklankan oleh Danone melalui produk Aqua menjadi obyek yang menarik untuk dilanjutkan oleh Unilever.

Persoalan yang telah diutarakan di atas menghadirkan pertanyaan besar, di mana  posisi Pemerintah Daerah dalam iklan Lifebuoy ini? apakah pemerintah daerah tidak mengetahui akan proses pembuatan iklan ini ataukah ada Perjanjian kerjasama yang dilakukan antara Pihak III (Unilever, Danone) yang dilakukan dengan pemerintah daerah. Jika pemerintah daerah turut serta dalam proses iklan Lifebboy ini maka tentunya ada klausul-klausul yang disepakati dalam perjanjian kerjasama ini. Sehingga ada hitung-hitungan keuntungan yang harus di “share” dengan masyarakat NTT. Jangan hanya karena merasa ada keberuntungan ibarat “durian runtuh” sesuatu yang tidak diharapkan tetapi memberikan keuntungan maka dibiarkan saja pihak III menjalankan project ini tanpa ada kontrol atau sepengetahuan Pemda.


Pemerintah Daerah Seharusnya Wasit Tetapi Berperan Sebagai Penonton

Pemda sangat diharapkan turut serta memiliki peran kontrol tentang kehadiran pihak III, karena dalam iklan tersebut menayangkan keberadaan sebuah daerah dengan melibatkan peta geografis sebuah wilayah secara jelas kepada publik luar, serta melibatkan aparat pemerintah desa iklan Aqua, anak-anak sekolah dalam iklan Lifebuoy. Mengapa Pemda sangat diharapkan peran sertanya karena hal ini dikarenakan peliputan ini berkaitan dengan pembuatan iklan yang memiliki orientasi bisnis yakni keuntungan. Berbeda dengan peliputan demi kebutuhan pers sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah daerah tidak perlu melakukan ijin atau kerjasam sebelumnya.

Kemungkinan kerjasama dengan Pemda apabila dilakukan antara Pihak III (Aqua dan Lifebuoy) tentu ada hitung-hitungan yang perlu diketahui oleh masyarakat NTT, atau dipublikasikan kepada publik terutama masyarakat NTT. Perlunya kerjasama dilakukan antara Pemda dan Pihak III ini sangat perlu mengingat CSR-Project tersebut adalah wujud dari Peraturan Pemerintah. Ketakutan terbesar adalah adanya kesepakatan di bawah tangan dengan Pemda yang dilakukan dengan hanya memberikan amplop permisi saja.


Arah Tendangan Bola Liar

Orientasi keuntungan yang dibangun oleh iklan ini tentu berdampak sangat besar, apabila ada kerjasam yang jelas dengan pihak III maka bisa dilakukan hitung-hitungan, sebelum iklan ini ditayangkan di media massa, berapa omzet yang di peroleh oleh pihak Lifebuoy-Unilever,  kemudian dibandingkan setelah sekian bulan, setelah iklan ini ditayangkan di media massa berapa keuntungan yang di peroleh produk ini.

Kondisi alam dan masyarakat yang diambil gambar kondisi wilayah dan masyarakatnya dengan moment dalam iklan tersebut sudah menjadi keuntungan yang sangat besar bagi masyarakat publik karena sudah mempengaruhi pemikiran mereka tentang NTT yang diidentikan dengan iklan Lifebuoy dengan keterbelakangan serta harapan hidup yang kritis sehingga keuntungan Lifebuoy-Unilever sudah dengan sendirinya, pada tataran ini saja sudah seharusnya masyarakat mengetahui berapa besar peran CSR-project itu bagi masayarakat NTT. Ketakutan arah Bola liar ini yakni iklan yang begitu memukau dan mempengaruhi psikologi masyarakat yang cakupannya cukup luas, bahkan terbangun stigma khusus bagi warga NTT tetapi kompensasinya hanya pada Desa Tobe semata, maka wajarlah ada kelompok masyarakat yang menolak akan konten iklan ini.

Sumber :
- Penulis Sendiri via E-mail.

Penulis bernama Yoyarib Kannutuan Mau, Mahasiswa Ilmu Politik - FISIP Universitas Indonesia.

Lihat profil Yoyarib di jaringan :
Twitter : klik @Yoyarib
Google+ : klik +Yoyarib Mau Yarib Mau 
Youtube : klik yoyarib


Semoga bermanfaat dan terima kasih.
12/09/2013 12.17.00 PM | 0 Isi Komentar Baru | Baca Selengkapnya...