30 April 2008

Marga Hutagalung

Hutagalung adalah salah satu marga dari suku batak, termasuk golongan batak toba. Hutagalung merupakan salah satu anak dari Hasibuan, memiliki 3 saudara, yaitu Hutabarat, Panggabean dan Tobing. Keturunan marga Hutagalung dilarang menikah dengan sesama marga Hutagalung dan dengan marga Hasibuan. Jika dirunut dari si Raja Batak maka Si Raja Hutagalung berada pada sundut ke 8 : Si Raja Batak -- Raja Isumbaon -- Tuan Sorbadibanua alias Sisuanon -- Siraja Sobu alias Toga Sobu -- Hasibuan -- Guru Mangaloksa -- Hutagalung.

Hutagalung adalah anak ketiga Guru Mangaloksa dan keturunannya inilah yang bermarga Hutagalung. Hutagalung sendiri memiliki dua anak : Miralopak dan Raja Ina-ina.
Berikut adalah keturunan dari :
A. Miralopak
1. Datu Harean --> 1. Dt.Mulia | 2. Dt.nalimuton | 3. O.Ni Hobol | 4. Siboru Oloan
2. Tuan Napitu --> 1. O. Ni UjungOloan | 2. Namoratonggor | 3. Datu Timpus

B. Raja Ina-Ina
1. Raja Inum --> 1. Ompu Guntur | 2. Panagom | 3. O.Riaminum
2. Datu Sorga
3. Sibulung Motung
4. Pantombus
Kelompok Marga Hutagalung di Tarutung merupakan elemen pertama Batak melakukan kontak dengan dunia luar di pesisir barat Sumatera. Mereka menjadi penghubung antara masyarakat pedalaman Batak dan dunia internasional karena profesi mereka yang pedagang.
Di Tarutung, mereka membangun mesjid pertama pada abad-14 dan beberapa mesjid berikutnya namun semuanya dihancurkan oleh penjajah Belanda pada abad ke-19. Keturunan Hutagalung, khususnyanya yang muslim dibasmi oleh Belanda dari Silindung.
Perkampungan Hutagalung terletak di Tarutung antara kampung Hutabarat dengan Panggabean,persisnya disamping sungai Aek Situmandi, di Sumatra Utara.

Dari berbagai sumber.

28 April 2008

Tarutung (Legenda 1877)

TARUTUNG (LEGENDA 1877)



Dari gbr di atas ini anda dapat menganalisa, bahwa Lahirnya Tarutung terjadi pada tahun1877. Dahulu, Tarutung sudah menjadi tempat perdagangan. Nah, jika ada pada waktu itu ingin membeli atau menjual sesuatu mereka telah membuat suatu tempat bertransaksi.

"Lae.., di dia do hita pajumpang"
, tanya seseorang kepada Temannya (artinya : Dimana kita jumpa?)
"Di bona ni Tarutung i ma..."
, jwb temannya (Di dekat pohon Durian).


Perlu kita ketahui bahwa nama "Tarutung" sebenarnya berasal dari nama buah yaitu DURIAN. Pada waktu itu masih hanya satu pokok pohon Durian. Sehingga mudah dicari orang pada waktu itu.


"Besok kita bertransaksi di dekat pohon durian ya....?
Katanya kepada temannya.
"Baiklah, saya akan usahakn cepat datang...",
jwb temannya.

Sebutan bona ni (pokok/pohon) durian (tarutung) semakin menjadi terkenal dan lama-kelamaan kata 'bona ni' (pokok/phn) tidak disebutkan lagi. Cukup kata "Tarutung" (Durian). Dan sebutan nama buah itulah menjadikan nama Tarutung pada ibu kota Tapanuli Utara ini.


Nah, nih gbrnya....! Perhatikan baik2 bahwa itulah "Bona Ni Tarutung" (Pohon Durian) yang menjadikan nama dan maskot bagi kota kecil ini.



16 April 2008

Hoping and Reaching The Ambition (terjemahan)


Hoping and Reaching The Ambition

I am me, indeed I’m me, not other people. Course, the self of me has dream or ambition alike other people have it.

In the next future, I would not know yet what would I to be. I stay doing many efforts to be a good man or to be able the good future. I don’t want to be a bad man in the next future. Are there men want to be the mad men in their future later? I think no all the men want to be. Included my self.

I’m sure all the men in the world own the talent in their selves. But much people aren’t a few of them are not understand how the way to advance their talents. No the human beings who was born in the world have no talent. Whole the human being was born certainly have the talent. But the way to advance it only we’re confused.

Hoping and reaching the ambition is alike to reach the star in the sky. Sometimes I think how to reach the star in the sky while the cloud in the blue sky can not be reached. Indeed, hoping and reaching the ambition must be ready for willing to sacrifice or ready for suffering. Very hard, because I must struggle to do my aim.

I hope the God to capable me for walking on the street have fire, thorn, and steep; I hope the God to capable my self for facing the thorm and wave when I’m sailing to reach the ambition.

O my God, help me…., please…!
----------------------------
Indonesia

Pengharapan dan Pencapaian Cita-cita
Saya adalah saya, memang saya adalah saya, bukan orang lain. Tentu secara pribadi saya memiliki mimpi atau pun cita-cita sama seperti orang lain. Di masa yang akan datang, saya belum bisa mengetahui akan menjadi apakah saya ini. Saya tetap melakukan banyak usaha untuk menjadi orang yang baik atau mendapatkan masa depan yang cerah. Saya tidak ingin menjadi orang yang buruk (secara perilaku) di masa yang akan datang. Adakah orang ingin menjadi manusia edan di masa depannya? Saya pikir tidak satupun orang ingin menjadi seperti itu. Termasuk pribadi saya. Saya yakin bawah semua orang di dunia ini memiliki talenta masing-masing. Tetapi banyak orang yang (tidak sedikit) tidak mengerti bagaimana cara mengembangkan talentanya. Tidak satupun manusia lahir ke dunia ini dengan tidak memiliki talenta. Semua manusia lahir dilahirkan dengan memiliki talenta tertentu. Tetapi, kita bingung bagaimana cara pengembanganya. Pengharapan dan pencapaian cita-cita adalah seperti meraih bintang di langit. Terkadang saya berpikir bagaimana meraih bintang di langit sedangkan awan saja tak bisa kita raih. Memang pengharapan dan pecapaian cita-cita haruslah siap untuk rela berkorban atau siap untuk menderita. Sangat sulit, karena saya harus berjuang untuk melakukan tujuan saya. Saya berharap kepada Tuhan agar memampukan saya di saat saat saya berjalan di atas jalan yang berapi, berduri dan terjal; saya berharap Tuhan memampukan diri saya untuk menghadapi badai dan ombak di saat saya sedang berlayar untuk mencapai cita-cita. Ya Tuhan, mohon pertolonganmu....!
------------
Batak Toba
Panghirimon dohot Mandopothon Sinta Ni Roha

Ahu i ma ahu, jala ahu memang ahu, ndada halak na asing. Tontu sahali ahu secara pribadi nampuna nipi manang sinta-sinta sarupa songon halak na asing. Tu na naeng ro, ndang boi do pe au mamboto gabe songong dia ma au annon. Alai, tontong do au marulaon laho gabe halak na denggan manang mandapothon ari na denggan tu na naeng ro. Ndada lomo roha gabe jolma na ramun di ari na naeng ro. Adong do jolma olo gabe jolma na maroha so denggan? Huroha, sada pe ndang adong na olo gabe songon i. Termasuk au sandiri. Pos do rohanghu sude jolma na di portibi on adong talentana ganup marsadasada. Alai ndang godang na mamboto songon dia laho mengembanghon talentana. Ndada adong jolma tubu tu portibi on ndang martalenta. Alai hita sandiri hurang mamboto songon dia do laho mengembanghon. Panghirimon dohot mandopothon sinta ni roha i ma tarsongon mandapothon bintang na di langit. Alai sipata ahu marpingkir boha do mandapothon bintang na di langit sedangkan ombun ndada boi tadapothon. Tontu ingkon rade do hita berkorban manang rade manghilala parsorian di na laho mandapothon i. Memang maol do, ala au ingkon berusaha mangulahon na hinirim i. Manghirim do au tu Debata asa dilehon gogo tu au laho mardalan di atas tano na marapi, marsuga nang dalan na sega; manghirim do au tu Debata asa dilehon gogo di au laho mangadopi halisungsung dohot aek na balga di tingki au laho madapothon sinta ni roha i. O Tuhan, urupi ma au....!

Mohon maaf, terjemahan bahasa Batak Toba kurang bagus sebab menerjemahkan bahasa Indonesia (lain) ke bahasa Batak Toba adalah lebih sulit dari pada menerjemahkan Bahasa Batak Toba ke bahasa Indonesia (lain).


15 April 2008

KRISTEN DAN ISLAM (secara Umum)


KRISTEN DAN ISLAM
(secara Umum)

“Mohon maaf kepada para pembaca, tulisan saya buat bukan untuk menjadi suatu pemicu perang tetapi untuk menjadikan diri kita agar mengintropeksi diri sebagai orang yang benar-benar beragama, dan sekali lagi mohon maaf tulisan ini bukan untuk mencampuradukkan agama Kristen dan Islam.”
Kristen berasal dari kata Kristus yang sebenarnya berasal dari bahasa Yunani yaitu Χριστός [Christos]. Kata Christos adalah merupakan nama kedua Nabi yang dipercayai oleh Orang Kristen. Jadi bila digabung maka disebut Yesus Kristus, dalam bahasa Yunani disebut Ιησους Χριστός [Iēsoûs Christos]. Nah, dalam bahasa Arab bahwa Yesus Kristus adalah Nabi Isa Almasih.
Nama Yesus yang sebenarnya berawal dari bahasa Ibrani yaitu Yeshua yang artinya Keselamatan atau “Tuhan adalah Keselamatan” (“Tuhan menyelamatkan”), dan kemudian beralih menjadi Iēsoûs (bahasa arab : عيسى [Isa]). Sedangkan Kristus adalah merupakan gelar yang pada awalnya dari bahasa Aram atau Ibrani yaitu מַשִׁחַ [Mesiakh], yakni Mesias yang artinya “Yang diurapi” atau “Yang Terpilih” dan kemudian disebut Kristus (bahasa Arab disebut Almasih yang berasal dari kata Masaha (yang membasuh, yang mengusap, dsb).
Yesus Kristus diyakini adalah Tuhan, Juruselamat, Mesias yang akan, telah, dan kembali menyematkan manusia dari dosa. Dan hanya Dialah satu-satunya Tuhan yang bisa memberi kesalamatan yang ajaib bagi manusia. Kalau malaikat pun malaikat itu pun paling-paling diperintahkan oleh Tuhan. Dan bila Setan atau iblis yang menyelamatkan adalah merupakan keselamatan yang pada awalnya nikmat namun akhirnya terjebak dalam kuasa setan dan akhir bukan malah selamat melainkan terdampar ke kematian yang abadi. Untuk itulah, orang yang mengikut Yesus Kristus disebut Pengikut Kristus dan akhirnya disebut Kristen (dan selanjutnya menjadi agama). Kenapa ga’ dari nama Yesus aja digunakan sebutan agama? Mmm.... kita coba, Yesusian...! Kayaknya janggal. Kalau itu hanya persoalan istilah sebutan saja, mungkin saja itu kurang pas digunakan karena dirasa sangat janggal untuk disebut.
Dalam pandangan ajaran Islam, Yesus Kristus disebut Nabi Isa Al Masih. Nabi Isa Almasih dipercayai sebagai Nabi atau Rasul.
Islam berasal dari Salima Yuslimu Istislaam, artinya tunduk atau patuh; juga Yaslamu Salaam artinya “yang berarti selamat”, sejahtera, atau damai. Kata Islam juga mengandung arti Islamul Wajh (ikhlas menyerahkan diri kepada Allah); Istislama (tunduk secara total kepada Allah); Salaamah atau Saliim (suci dan bersih); Salaam (selamat sejahtera); dan Silm (tenang dan damai). Maka jika kita adalah orang Islam maka kita wajib tunduk total kepada Allah, atau ikhlas menyerahkan diri kepada Allah, termasuk tunduk kepada Malaikat karena itu adalah suruhan Alla, dan bila pun kita tunduk kepada setan maka kita tidak mendapatkan keselamatan.
Pada zaman Perjanjian Baru Yesus merupak figur atau teladan yang patut ditiru karena bisa menggenapkan apa yang telah diberitakan pada Perjanjian Lama, yaitu akan lahir seorang Mesias untuk menyelamatkan manusia. Sayang sekali, hal itu tidak diyakini oleh Yahudi pada waktu itu mereka menganggap bahwa Mesias yang diharapkan itu adalah seorang pahlawan yang bisa melawan penjajah yang pada waktu itu bangsa Israel sedang dijajah oleh Kekaisaran Romawi. Akan tetapi pikiran Tuhan bukanlah pikiran mereka, dan mereka bukanlah makhluk yang bisa memahami Tuhan secara keseluruhan. Dan dalam Al-Qur’an pun dinyatakan bahwa Isa Almasih adalah Nabi dan Rasul yang sabar dan tabah menghadapi para kafir dan orang-orang Isarael yang keras kepala dan keras hati.
Nabi Muhammad SAW adalah merupakan Nabi penutup di antara Nabi yang ada tertulis dalam Al-Qur’an. Ia melakukan jihad untuk menjadikan orang untuk tunduk kepada Tuhan karena orang-orang pada waktu itu sudah tidak manusiawi lagi. Bila pun pada waktu ia membawa pedang bukan karena keinginannya atau pun kehendaknya, tetapi itu karena keterpaksaan untuk menaklukkan orang-orang yang sudah terlalu amoral dan tidak manusiawi lagi. Jihad bagi orang Islam adalah baik dilakukan karena itu merupakan cara untuk memperbaiki diri. Eits..., jangan salah paham...! Jihad bukanlah berperang dengan fisik, tetapi jihad adalah berperang melawan hawa nafsu. Kalaupun dulu terjadi perang untuk menjadikan orang menjadi pengikut Allah itu karena orang pada waktu itu sudah amoral dan tidak manusiawi. Lihat konteks zamannya, jangan salah tafsir. Nabi Muhammad SAW bukanlah pembunuh atau penjagal tetapi Nabi yang diberkati oleh Allah. Dia diberi kuasa untuk mendoakan orang-orang yang taat kepada Allah dan mendoakan orang-orang kafir agar bertobat (mualaf) dan melakukan segala perintah Allah.
Apa perbedaan Rasul dan Nabi? Sebenarnya tidak ada perbedaan yang hakiki, baik menurut ajaran Kristen maupun ajaran Islam, malahan lebih banyak persamaan. Perbedaanya sedikit saja : Nabi itu adalah orang yang mendapatkan wahyu dari Allah, tetapi wahyu yang diberikan masih secara umum karena bersifat informasi yang sudah ada; sedangkan Rasul adalah orang yang medapatkan wahyu secara khusus dari Allah, dan wahyu khusus itu adalah suatu paket yang harus disosialisasikan kepada orang-orang, semisal doktrinisasi.
Alkitab adalah merupakan kitab suci yang dipercaya oleh orang Kristen dan Al-Qur’an adalah kitab suci orang Islam. Apakah ada perbedaan? Ya, jelas dong...! Bahasa asli Alkitab adalah bahasa Ibrani (sebagian aram dan bahasa lainnya) untuk Perjanjian Lama dan bahasa Yunani (sedikit bahasa Ibrani dan Latin) untuk Perjanjian Baru. Diakui bahwa Perjanjian Lama adalah Kitab yang menubuatkan tentang bangsa Israel yang dipilih oleh Tuhan sebagai bangsa Allah untuk menjalankan berkat Tuhan dan menyampaikan perintah Tuhan ke seluruh dunia, dan Perjanjian Baru adalah penggenapan Kitab Perjanjian Lama di mana bangsa Israel adalah arti luas yaitu manusia yang percaya kepada Allah. Alkitab memang sudah banyak terjemahan, akan tetapi banyak persoalan-persoalan yang sulit ditafsirkan sehingga terjadilah perbededaan. Terjadinya perbedaan adalah dikarenakan tulisan-tulisan dari Kitab tersebut banyak yang hilang dan dibakar oleh pihak-pihak tertentu yang tidak mempercayai Allah. Dan akibatnya muncullah berbagai aliran-aliran. Sebenarnya tulisan dan bahasa asli Alkitab bukanlah bahasa Ibrani modern atau Yunani modern, melainkan bahasa Ibrani kuno dan Yunani kuno. Bagaimana dengan Al-Qur’an? Kitab tersebut adalah kitab yang terakhir yang diyakini oleh umat Islam. Dan bahasa Aslinya adalah bahasa Arab. Namun sayang, banyak yang salah paham dalam menafsirkannya karena masih menggunakan tulisan Arab, sehingga orang yang tanggung mempelajari bahasa Arab akan sulit memahaminya, apa lagi bahasa Arab yang digunakan dalam Al-Qur’an tidaklah semodern bahasa Arab sekarang. Bahasa yang digunakan pada mulanya adalah bahasa Arab kuno yang tidak memiliki huruf vokal atau tanda baca.
Menurut ajaran agama Kristen bahwa Alkitab bukan mantra atau buku yang mengandung magis. Alkitab itu harus dibaca lalu dihayati, kemudian diamalkan dan dilakukan apa yang diperrintahkan Tuhan di dalamnya. Kalau hanya dibaca saja anak-anak kecil pun bisa. Bagaimana dengan orang belum pernah membaca? Pertama-tama, perlahan-lahan dibaca dengan secara berulang-ulang. Roh kudus akan datang untuk membantu kalau dilanjutkan dengan pengamalan dan penghayatan. Menurut ajaran agama Islam Al-Qur’an harus dibaca berulang-ulang agar bisa mendapatkan pahala dan hikmah dari Tuhan, dan semua perintah di dalam Al-Qur’an harus dilakukan karena itu merupakan jalan untuk menjadi orang yang bersih di hadapan Allah.
Mengenai nama Tuhan dan nama Allah merupakan konflik besar di kedua belah pihak termasuk pada aliran-alirannya kedua agama tersebut. Sebagian nama Tuhan dan Allah, dan ada hanya memakai nama Allah. Untuk itu penulis tidak membahas hal tersebut karena tidak ingin terjadi konflik antara Kristen dan Islam. Untuk mengetahui hal tersebut boleh cari dari situs lain atau buku-buku lain. Dan kalau ingin lebih tahu apa berbedaanya kirim saja e-mail ke marada_gv@yahoo.co.id.
Berdoa adalah merupakan alat komunikasi manusia dengan Tuhannya. Baik Kristen maupun Islam (termasul agama dan kepercayaan lain) doa sangat penting dilakukan. Kenapa? Karena di dalam doalah kita bisa menyampaikan segala isi hati kita, apakah itu pengampun dosa, mohon berkat, menyampaikan keluhan ataupun pujian. Jika kita adalah orang yang beragama yang tidak tahu berdoa, berarti kita adalah sama dengan kafir. Agama digunakan hanya sebagai tameng saja atau sebagai tanda pengenal (KTP) saja. Berdoa itu dapat kita lakukan kapan saja dan di mana saja, dan apa pun terjadi kita tetap dapat berdoa. Tidak hanya kebaktian/ibadah di gereja/mesjid saja atau pada waktu makan saja. Dan tidak hanya pada Sholat lima waktu saja.
Dalam ajaran Kristen puasa perlu diterapkan dalam kehidupannya, namun ada sedikit perbedaan antara Kristen Protestan dan Katolik. Dalam ajaran Kristen Protestan, lebih spesifik lagi : aliran Kristen Lutheran, Calvinis bahwa puasa yang dilakukan adalah puasa melawan hawa nafsu yaitu puasa untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak dikehendaki Allah, tidak perlu puasa fisik. Kalau pun ada puasa fisik itu harus benar-benar dilaksanakan seperti seseorang bernazar kepada Tuhan untuk menebus dosa dan kesalahannya dengan cara tidak makan selama waktu yang telah dinazarkannya. Kenapa tidak diharuskan berpuasa fisik? Karena Yesus Kristus telah menggenapinya dengan puasa selama 40 hari 40 malam demi menebus dosa manusia. Dalam ajaran Kristen Katolik itu sudah bahwa puasa harus dilakukan pada hari-hari tertentu tetapi puasa yang dilakukan adalah puasa untuk tidak makan makanan tertentu. Dalam ajaran Islam puasa untuk tidak makan harus dilakukan pada hari-hari tertentu dengan tujuan untuk melatih diri agar tidak tergoda oleh hawa nafsu.
Kita sudah sering mendengarkan pengalaman atau kesaksian seseorang bahwa dirinya yang sebelumnya adalah menganut agama lain sudah menjadi pengikut Kristus atau Islam. Dan biasanya bagi orang Kristen hal itu disebut bertobat, sedangkan bagi agama Islam disebut Mualaf. Secara umum disebut pindah agama. Pindah agama adalah tidak gampang karena menyangkut sumpah yang sudah disampaikan umat kepada Tuhannya. Hal ini perlu kita ketahui bahwa orang yang benar-benar bersaksi secara iman dan jasmani bahwa dirinya adalah pengikut agama Kristen atau Islam tidaklah boleh kita ganggu gugat. Sebab itu adalah haknya, sekalipun orang tersebut tidak serius. Sebab itu bukan tanggung jawab kita. Itu adalah tanggung jawabnya kepada Tuhan. Saya yakin jika memang orang tersebut benar-benar secara iman pindah agama tanpa dorongan orang dia akan mendapat berkat dari Tuhan, akan tetapi jika tidak secara iman maka dia akan mendapatkan akibat buruk. Pindah agama memang berat, tetapi kita tidak boleh memaksa selain menasehati. Kita harus bisa mengasihi mereka. Ingat, agama tidak boleh dipaksakan. Biarlah orang tersebut bertanggungjawab penuh dengan Tuhannya.
Kepada saudara/i yang telah membaca tulisan ini mohon jangan mudah terpancing emosi. Jika kita adalah orang yang beragama, maka tunjukkanlah rasa kasih itu, karena agama tidak mengajarkan kekerasan.
SEKIAN DAN TERIMA KASIH


Hoping and Reaching The Ambition

Hoping and Reaching The Ambition
I am me, indeed I’m me, not other people. Course, the self of me has dream or ambition alike other people have it.
In the next future, I would not know yet what would I to be. I stay doing many efforts to be a good man or to be able the good future. I don’t want to be a bad man in the next future. Are there men want to be the mad men in their future later? I think no all the men want to be. Included my self.
I’m sure all the men in the world own the talent in their selves. But much people aren’t a few of them are not understand how the way to advance their talents. No the human beings who was born in the world have no talent. Whole the human being was born certainly have the talent. But the way to advance it only we’re confused.
Hoping and reaching the ambition is alike to reach the star in the sky. Sometimes I think how to reach the star in the sky while the cloud in the blue sky can not be reached. Indeed, hoping and reaching the ambition must be ready for willing to sacrifice or ready for suffering. Very hard, because I must struggle to do my aim.
I hope the God to capable me for walking on the street have fire, thorn, and steep; I hope the God to capable my self for facing the thorm and wave when I’m sailing to reach the ambition.
O my God, help me…., please…!
Espérant et atteignant l'ambition
Je suis moi, en effet je suis moi, non d'autres. Courir, l'individu de moi a le rêve ou l'ambition de même d'autres l'ont.
Dans un avenir suivant, je ne saurais pas encore ce qui I serait. Je reste faisant beaucoup d'efforts d'être un bon homme ou de pouvoir en mesure le bon futur. Je ne veux pas être un mauvais homme dans un avenir suivant. Y a-t-il des hommes veulent-il être les hommes fous dans leur futur plus tard ? Je pense qu'aucun tout l'homme ne veut être. A inclus mon individu.
Je dois sûr tous les hommes dans le monde posséder le talent dans leurs individus. Mais beaucoup de personnes ne sont pas quelques uns d'eux ne doivent pas comprendre comment la manière d'avancer leurs talents. Aucun les êtres humains qui a été soutenu dans le monde n'ont aucun talent. La totalité l'être humain a été soutenue certainement ont le talent. Mais la manière de l'avancer seulement nous sommes confus.
Espérer et atteindre l'ambition est semblable pour atteindre l'étoile dans le ciel parfois que je pense comment atteindre l'étoile dans le ciel alors que le nuage dans le ciel bleu ne peut pas être atteint. En effet, espérer et atteindre l'ambition doivent être prêts pour vouloir sacrifier ou préparer pour la souffrance. Très dur, parce que je dois lutter pour faire mon but.
J'espère que Dieu à capable je pour marcher sur la rue ont le feu, épine, et le trempent ; J'espère Dieu à capable mon individu pour faire face au thorm et ondule quand je navigue pour atteindre l'ambition.
O mon Dieu, m'aident...., svp… !
Den Ehrgeiz hoffen und erreichend
Ich bin ich, in der Tat ich bin ich, die nicht Leute. Kursieren, hat der Selbst von mir Traum, oder Ehrgeiz gleich die Leute hat ihn.
In der folgenden Zukunft würde ich nicht noch wissen, was I sein würde. Ich bleibe, tuend viele Bemühungen, zu sein ein guter Mann oder in der Lage zuSEIN die gute Zukunft. Ich möchte nicht ein schlechter Mann in der folgenden Zukunft sein. Gibt es Männer möchten die wütenden Männer in ihrer Zukunft sein später? Ich denke, daß keine alle Männer sein möchten. Schloß mein Selbst ein.
Ich soll sicher alle Männer in der Welt das Talent in ihren Selbst besitzen. Aber viele Leute sind nicht einige von ihnen sollen nicht verstehen wie die Weise, ihre Talente vorzurücken. Kein haben die Menschen, die in der Welt getragen wurde, kein Talent. Ganzes das menschliche Wesen wurde zweifellos haben das Talent getragen. Aber die Weise, sie vorzurücken nur sind wir konfus.
Das Hoffen und das Erreichen des Ehrgeizes ist gleich, den Stern im Himmel zu erreichen, manchmal, das ich denke, wie man den Stern im Himmel erreicht, während die Wolke im blauen Himmel nicht erreicht werden kann. In der Tat den Ehrgeiz müssen zu hoffen und das Erreichen zum Willen bereit sein, für das Leiden zu opfern oder vorzubereiten. Sehr stark, weil ich kämpfen muß, um mein Ziel zu tun.
Ich hoffe, daß der Gott zu fähigem ich für das Gehen auf die Straße Feuer, Dorn haben und durchtränken; Ich hoffe den Gott zu fähigem mein Selbst für das Gegenüberstellen des thorm und bewege wellenartig, wenn ich segele, um den Ehrgeiz zu erreichen.
O mein Gott, helfen mir...., bitte…!

Sperando e raggiungendo l'ambizione
Sono me, effettivamente io sono me, non la gente. Scorrere, l'auto di me ha sogno o l'ambizione la gente lo ha egualmente.
In futuro prossimo, non conoscerei ancora che cosa I sarebbe. Rimango facente molti sforzi essere un buon uomo o potere il buon futuro. Non desidero essere un uomo difettoso in futuro prossimo. Sono ci uomini desiderano essere gli uomini pazzi in futuro loro più successivamente? Penso che nessun tutto l'uomo desideri essere. Ha incluso il mio auto.
Devo sicuro tutti gli uomini nel mondo possedere il talento nei loro auto. Ma molta gente non è alcuni di loro non deve capire come il senso avanzare i loro talenti. Nessun gli esseri umani che è stato sopportato nel mondo non hanno talento. Il tutto l'umano è stato sopportato certamente ha il talento. Ma il senso avanzarlo soltanto siamo confusi.
La speranza e raggiungere dell'ambizione sono simili raggiungere la stella nel cielo a volte che penso come raggiungere la stella nel cielo mentre la nube nel cielo blu non può essere raggiunta. Effettivamente, sperare e raggiungere l'ambizione devono essere pronte per volere sacrificare o ready per soffrire. Molto duro, perché devo lottare per fare il mio scopo.
Spero che il dio a capace me per camminare sulla via abbia fuoco, spina e bagni; Spero il dio a capace il mio auto per l'affronto del thorm e fluttuo quando sto navigando per raggiungere l'ambizione.
La O il mio dio, lo aiuta...., prego…!

Esperando y alcanzando la ambición
Soy yo, yo soy de hecho yo, no la gente. Cursar, el uno mismo de mí tiene sueño o la ambición la gente lo tiene igualmente.
En el futuro próximo, no sabría todavía cuál I sería. Permanezco que hace muchos esfuerzos de ser un buen hombre o de poder el buen futuro. No deseo ser un mal hombre en el futuro próximo. ¿Hay hombres desea ser los hombres enojados en su futuro más adelante? Pienso que ningunos todos los hombres desean ser. Incluyó a mi uno mismo.
Debo seguro todos los hombres en el mundo poseer el talento en sus uno mismo. Pero mucha gente no es alguna de ellos no debe entender cómo la manera de avanzar sus talentos. Ningún los seres humanos que fue llevado en el mundo no tienen ningún talento. El conjunto el humano fue llevado ciertamente tiene el talento.Pero la manera de avanzarla solamente somos confusos.
Esperar y alcanzar la ambición es semejantes alcanzar la estrella en el cielo que pienso a veces cómo alcanzar la estrella en el cielo mientras que la nube en el cielo azul no puede ser alcanzada. De hecho, esperar y alcanzar la ambición deben ser listos para querer sacrificar o alistar para sufrir. Muy difícilmente, porque debo luchar para hacer mi puntería.
Espero que el dios a capaz yo para caminar en la calle tenga fuego, espina, y que lo empape; Espero a dios a capaz mi uno mismo hacer frente al thorm y agito cuando estoy navegando para alcanzar la ambición.
O mi dios, me ayuda...., por favor…!
Esperando e alcançando a ambição
Eu sou mim, certamente mim sou mim, não o pessoa. Percorrer, o self de mim tem o sonho ou a ambição igualmente os povos tem-no.
No futuro seguinte, eu não saberia ainda o que I seria. Eu permaneço fazendo muitos esforços ser um homem bom ou poder o futuro bom. Eu não quero ser um homem mau no futuro seguinte. Há homens quer estar os homens loucos em seu futuro mais tarde? Eu penso que nenhum todo o homem quer ser. Incluiu meu self.
Eu devo certo todos os homens no mundo possuir o talent em seus selves. Mas muito pessoa não é alguns deles não deve compreender como a maneira avançar seus talents. Nenhum os seres humanos que foi carregado no mundo não têm nenhum talent. O todo ser humano foi carregado certamente tem o talent. Mas a maneira avançá-la somente nós somos confused.
Esperar e alcançar a ambição são semelhantes alcançar a estrela no céu às vezes que eu penso de como alcançar a estrela no céu quando a nuvem no céu azul não puder ser alcançada. Certamente, esperar e alcançar a ambição devem estar prontos para querer sacrificar ou aprontar-se para sofrer.Muito duramente, porque eu devo se esforçar para fazer meu alvo.
Eu espero que o deus a capaz mim para andar na rua tenha o fogo, espinho, e o embeba; Eu espero o deus a capaz meu self enfrentando o thorm e aceno quando eu sailing para alcançar a ambição.
O meu deus, ajuda-me...., por favor…!

Надеющся и достигающ гонор
Я мной, деиствительно я мной, не людях. Теките, собственная личность меня имеет сновидение или гонор alike людях имеет его.
В следующем будущем, я не знал бы пока I было бы. Я остаюсь делающ много усилий быть хорошим человеком или мочь хорошее будущее. Я не хочу быть плохим человеком в следующем будущем. Будут люди хотят быть сумашедшие люди в их будущем более поздно? Я думаю никакие все люди не хотят быть. Включил мою собственную личность.
Я должны уверен все люди в мире иметь талантливость в их собственных личностях. Но много люди не несколько из их не понять как дорога выдвинуть их талантливости. Никак людские существования был принесен в мире не имеют никакую талантливость. Целый людское существование было принесено некоторо имеет талантливость. Но дорога выдвинуть ее только мы confused.
Надеяться и достижение гонор alike для достижения звезды в небе иногда, котор я думаю как достигнуть звезду в небе пока облако в голубом небе можно достигнуть. Деиствительно, надеяться и достижение гонор должны быть готовы для завещать пожертвовать или подготавливать для терпеть. Очень крепко, потому что я должен бороться для того чтобы сделать мою цель.
Я надеюсь бог к способному я для гулять на улицу имеет пожар, терний, и вымачивает; Я надеюсь бог к способному моя собственная личность для смотреть на thorm и развеваюсь когда я sailing для достижения гонора.
О мой бог, помогает мне...., пожалуйста...!

LAMBANG KABUPATEN TAPANULI UTARA

LAMBANG KABUPATEN TAPANULI UTARA




KETERANGAN LOGO
a. Perisai berbentuk segi lima, melambangkan falsafah/dasar Negara Pancasila;
b. Bintang bersudut lima, di atas dasar abu-abu melambangkan jiwa masyarakat yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa (Mula Jadi Na Bolon);
c. Pohon Beringin yang rindang dengan akar tunjang/gantung melambangkan kebesaran jiwa/rohaniah masyarakat yang berpegang kepada musyawarah untuk mufakat secara luas/umum, berterus terang dan melaksanakan keputusan secara kegotongroyongan yang dinamis;
d. Segitiga Sama Kaki, menggambarkan makna “Dalihan Na Tolu” (tiga tungku) yang menggambarkan ciri khas dari tata hidup masyarakat yang dalam hal mengambil tiap keputusan mengenai sesuatu yang menyangkut pihak lain selalu dilandasi oleh hasil mufakat secara kekeluargaan;
e. Timbangan, melukiskan sifat/melambangkan tata hukum masyarakat yang mengabdi kepada norma-norma Hukum dan Keadilan, menjauhkan sifat-sifat “Pajolo Gogo” (mengutamakan kekuatan), “Papudi Uhum” (tidak mengutamakan hukum);
f. Pedang “Gaja Dompak”, melambangkan pedang sakti Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja, demikian juga “Bambu Runcing” melambangkan kebulatan tekad dan semangat perjuangan masyarakat melawan/menentang kolonialisme, imperialisme, komunisme dalam segala bentuk, sekaligus melambangkan sikap tegas menghadapi kawan maupun lawan dalam membela dan memperhatikan Pancasila;
g. Lukisan Rumah Batak, “Ulos Batak/Ragi Idup dan Tunggal Panaluan”, melambangkan kekayaan, kebudayaan yang tinggi dari masyarakat sejak dahulu kala, baik di bidang kesenian maupun kepercayaan;
h. Lukisan Pemandangan Indah, yang terlukis dengan gunung-gunung dan pegunungan-pegunungan, sawah/ladang, perkampungan-perkampungan, jalan-jalan lalu lintas, danau serta air terjun, memperlihatkan daerah Tapanuli Utara sebagai suatu daerah yang indah permai dan termahsyur keindahan alamnya dengan Danau Toba;
i. Untaian Padi-Kapas, melambangkan cita-cita hidup dari masyarakat untuk berperikehidupan yang luhur mencapai suatu masyarakat sentosa, makmur dan bahagia, cukup sandang dan pangan;
j. Lukisan Batang Padi dengan 45 butir dan Batang Kapas dengan 17 buah kuntum kapas yang dirangkaikan oleh sebuah pita dengan 8 jalur, semuanya mengingatkan hari keramat Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945;
k. Tulisan/sebutan “Tano Batak”, menunjukkan suatu daerah yang dalam tata negara disebut Tapanuli Utara dalam lingkungan Republik Indonesia, hal yang mana dipertegas dalam Tulisan pita yang merangkai Padi dan Kapas;
l. Kalimat “Arga Do Bona Ni Pinasa” dalam aksara Batak dan bahasa daerah yang dilukiskan di dalam “Ulos Ragi Idup”, mengandung penergtian kecintaan/kesetiaan terhadap pusaka yang diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang.


Buku yang dipakai :
Buku TAPANULI DALAM ANGKA, diterbitkan oleh Badan Pusat Statiska (BPS) Kab. Tapanuli Utara kerjasama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kab. Tapanuli Utara.

Dapat dilihat di web site resmi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara : http://www.taputkab.go.id


12 April 2008

Psikologi Perkembangan : PERANAN DAN HUBUNGAN REMAJA

PERANAN DAN HUBUNGAN REMAJA
DENGAN SEKITARNYA

BAB I. P E N D A H U L U A N
Masa remaja merupakan masa yang paling banyak mempengaruhi diri atau karakteristik sosial. Pada masa remajalah berkembang “social cognition”, yaitu kemampuan untuk memahami orang lain. Remaja memahami orang lain sebagai inidividu yang unik, baik menyangkut sifat-sifat pribadi, minat nilai-nilai maupun perasaannya. Pemahamannya ini mendorong remaja untuk berperan dan berhubungan dengan lebih akrab terhadap sekitarnya, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, teman sebaya, maupun masyarakat.


BAB II. P E M B A H A S A N
A. Keluarga
Hubungan keluarga yang buruk merupakan bahaya psikologis pada setiap usia, terlebih selama masih remaja karena pada saat itulah anak laki-laki dan perempuan sangat tidak percaya pada diri sendiri dan bergantung pada keluarga untuk memperoleh rasa aman. Baik atau buruknya Hubungan remaja dengan keluarga dapat mempengaruhi dirinya dalam pergaulan sehari-hari di luar rumah.
Orang tua merupakan salah satu yang dapat mempengaruhi penyesuaian diri anak. Pola hubungan antara orang tua dengan remaja akan mempunyai pengaruh terhadap penyesuaian diri anak-anak. Beberapa pola hubungan yang dapat mempengaruhi penyesuaian diri antara lain:
a. Menerima (acceptance), yaitu situasi hubungan di mana orang tua menerima anaknya dengan baik. Sikap penerimaan ini dapat menimbulkan suasana hangat dan rasa aman bagi anak.
b. Menghukum dan disiplin yang berlebihan, merupakan pola hubungan orang tua dengan anak bersifat keras. Disiplin yang ditanamkan orang tua terlalu kaku dan berlebihan sehingga dapat menimbulkan suasana psikologis yang kurang menguntungkan.
c. Memanjakan dan melindungi anak secara berlebihan, dapat menimbulkan perasaan tidak aman, cemburu, rendah diri, canggung dan sebagainya.
d. Penolakan, yaitu pola hubungan di mana orang tua menolak kehadiran anaknya. Hal ini dapat menimbulkan hambatan dalam penyesuaian diri.
Di samping orang tua, anggota-anggota keluarga lainnya (saudara-saudaranya) juga memiliki pengaruh terhadap penyesuaian diri si anak. Bila suasana hubungan saudara yang penuh persahabatan, kooperatif, saling menghormati, penuh kasih sayang, mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk tercapainya penyesuaian yang lebih baik. Apabila sebaliknya akan menimbulkan suasana yang buruk (misalnya kebencian, iri hati, perselisihan, dan sebagainya).
Umumnya peran remaja dalam keluarga tidak begitu diperhatikan oleh orang tua dan sauadara yang lebih tua darinya. Baik atau tidaknya peran remaja dalam keluarga itu dipengaruhi oleh pola hubungan keluarga terhadap dirinya. Agar karakteristik sosial remaja itu baik di lingkungan keluarga maka ia harus memperhatikan dan melakukan hal-hal yang baik dan benar, antara lain:
a. Menjalin hubungan yang biak dengan para anggota keluarga (orang tua dan saudara);
b. Menerima otoritas orang tua (mau menaati peratuaran yang ditetapkan orang tua);
c. Menerima tanggung jawab dan batasan-batasan (norma) keluarga;
d. Berusaha membantu anggota keluarga sebagai individu maupun kelompok dalam mencapai tujuannya.
B. Sekolah
Sekolah mempunyai peranan sebagai media untuk mempengaruhi kehidu[pan intelektual, sosial, dan moral para siswa. Suasana di sekolah baik sosial maupun psikologis menentukan proses dan pola penyesuaian diri. Di samping itu hasil pendidikan yang diterima anak di sekolah akan merupakan bekal bagi proses penyesuaian di masyarakat.
Di lingkungan sekolah, anak (remaja) harus bersikap respek dan mau menerima peraturan sekolah; berpartisapasi dalam kegiatan-kegiatan sekolah; menjalin persahabatan dengan teman-teman di sekolah; bersikap hormat terhadap guru, pemimpin sekolah dan staf lainnya; dan membantu sekolah dalam merealisasikan tujuan-tujuannya.
C. Teman sebaya
Teman-teman sebaya mempengaruhi pola kepribadian remaja dalam dua cara. Pertama, konsep diri remaja merupakan cerminan dari anggapan tentang konsep teman-teman tentang dirinya; dan kedua, ia berada dalam tekanan untuk mengembangkan ciri-ciri kepribadian yang diakui oleh kelompok.

D. Masyarakat
Keadaan lingkungan masyarakat di mana individu merupakan kondisi yang menentukan proses dan pola-pola penyesuaian diri. Dalam lingkungan masyarakat remaja diperhadapkan untuk mengakui dan respek terhadap hak-hak orang lain, memelihara jalinan persahabatan dengan orang lain, bersikap simpati dan altruis terhadap kesejahteraan orang lain, dan bersikap respek terhadap nilai-nilai, hukum, tradisi, dan kebijakan-kebijakan masyarakat.


BAB II. K E S I M P U L A N
Bagimana anak (remaja) berperan terhadap lingkungan sekitarnya tergantung kemampuannya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Lingkungan yang paling berpengaruh adalah lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Agar dapat mengikuti atau menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya, anak harus memperhatikan situasi yang berkembang di sekitarnya.
~ ~ ~ o 0 o ~ ~ ~

ALIRAN-ALIRAN PENDIDIKAN: GERAKAN PEMBAHARUAN PENDIDIKANESENSIALISME DAN PERENNIALISME

ALIRAN-ALIRAN PENDIDIKAN:
GERAKAN PEMBAHARUAN PENDIDIKAN
ESENSIALISME DAN PERENNIALISME
A. Esensialisme
1. Orientasi umum
a. Batasan
Esesensialisme modern dalam pendidikan adalah gerakan pendidikan yang memprotes terhadap skeptisisme dan sinisme dari gerakan Progresisvisme terhadap nilai-nilai yang tertanam dalam warisan budaya/sosial. Menurut Esesensialisme, nilai-nilai yang tertanam dalam warisan budaya/sosial adalah nilai-nilai kemanusiaan yang terbentuk secara berangsur-angsur dengan melalui kerja keras dan susah payah selama beratus tahun, dan di dalamnya telah teruji dalam gagasan-gagasan dan cita-cita yang telah teruji dalam perjalanan waktu.
b. Karakteristik
Ciri-ciri Filsafat Pendidikan Esesensialisme, yang disarikan oleh William C. Bagley adalah sebagai berikut :
1) Minat-minat yang kuat dan tahan lama sering tumbuh dari upaya-upaya belajar awal yang memikat atau menarik perhatian bukan karena dorongan dari dalam jiwa.
2) Pengawasan, pengarahan, dan bimbingan orang yang belum dewasa adalah melekat dalam masa balita yang panjang atau keharusan ketergantungan yang khusus pada spesies manusia.
3) Oleh karena kemampuan untuk mendisiplinkan diri harus menjadi tujuan pendidikan, maka menegakkan disiplin adalah suatu cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Di kalangan individu maupun bangsa, kebebasan yang sesungguhnya selalu merupakan sesuatu yang dicapai melalui perjuangan, tidak pernah merupakan pemberian.
4) Esesensialisme menawarkan teori yang kokoh kuat tentang pendidikan, sedangkan sekolah-sekolah pesaingnya (progresivisme) memberikan sebuah teori yang lemah. Apabila terdapat sebuah pertanyaan di masa lampau tentang jenis teori pendidikan yang diperlukan sejumlah kecil masyarakat demokrasi di dunia, maka pertanyaan tersebut tidak ada lagi pada hari ini.
2. Tokoh Bagley (1874-1946)
a. William C. Bagley lahir di Detroit. Ia memasuki Universitas Negeri Michigan, danUniversitas Wisconsin, dan menerima gelar Doktor dari Universitas Cornell tahun 1900. setelah mengajar di sekolah umum dan sekolah guru di Illinois dan mengajar di Universitas Illinois, dalam tahun 1917 ia mengajar di Sekolah Tinggi Guru (Teachers College) di Universitas Columbia selama lebih dari 20 tahun, dan pensiun dalam tahun 1940.
b. Dalam perjalanan karirnya, ia menyunting Jurnal Asosiasi Pendidikan Nasional (Journal of the Nationa Education Assiation), dan penerbitan berkala serta menjabat sebagai Presiden Dewan Nasional (NEA’s Naitional Council of Education).
3. Dasar Filosofis
Esesensialisme merupakan gerakan pendidikan yang bertumpu pada mazhab filsafat idealisme dan realisme. Meskipun kaum Idealisme dan kaum Realis berbeda pandangan filsafatnya, mereka sepaham bahwa:
a. hakikat yang mereka anut memberi makna pendidikan bahwa anak harus menggunakan kebebasannya, dan ia memerlukan disiplin orang dewasa untuk membantu dirinya sebelum dia sendiri dapat mendisiplinkan dirinya; dan
b. Manusia dalam memilih suatu kebenaran untuk dirinya sendiri dan lingkungan hidupnya mengandung makna pendidikan bahwa generasi muda perlu belajar untuk mengembangkan diri setinggi-tingginya dan kesejahteraan sosial.
4. Teori Pendidikan
a. Tujuan Pendidikan
Tujuan pendidikan adalah menyampaikan warisan budaya dan sejarah melalui suatu inti pengetahuan yang telah terhimpun, yang telah bertahan sepanjang waktu dan dengan demikian adalah berharga untuk diketahui oleh semua orang. Pengetahuan ini diikuti oleh keterampilan. Keterampilan-keterampilan, sikap-sikap, dan nilai-nilai yang tepat, membentuk unsur-unsur ayng inti (esensial) dari sebuah pendidikan. Pendidikan bertujuan untuk mencapai standar akademik yang tinggi, pengembangan intelek atau kecerdasan.
b. Metode Pendidikan
1) Pendidikan berpusat pada guru (teacher centered).
2) Umumnya diyakini bahwa pelajar tidak betul-betul mengetahui apa yang diinginkan, dan mereka haru dipaksa belajar. Oleh karena itu pedagogi yang bersifat lemah-lembut harus dijauhi, dan memusatkan diri pada penggunaan metode-metode tradisional yang tepat.
3) Metode utama adalah latihan mental, misalnya melalui diskusi dan pemberian tugas; dan penguasan pengetahuan, misalnya melalui penyampaian informasi dan membaca.
c. Kurikulum
1) Kurikulum berpusat pada mata pelajaran yang mencakup mata-mata pelajaran akademik yang pokok.
2) Kurikulum Sekolah Dasar ditekankan pada pengembangan keterampilan dasar dalam membaca, menulis, dan matematika.
3) Kurikulum Sekolah Menengah menekankan pada perluasan dalam mata pelajaran matematika, ilmu kealaman, humaniora, serta bahasa dan sastra. Penguasaan terhadap mata-mata pelajaran tersebut dipandang sebagai suatu dasar utama bagi pendidikan umum yang diperlukan untuk dapat hidup sempurna. Studi yang ketat tentang disiplin tersebut akan dapat mengembangkan kesadaran pelajar, dan pada saat yang sama membuat mereka menyadari dunia fisik yang mengitari mereka. Penguasaan fakta dan konsep-konsep pokok dan disiplin-disiplin yang inti adalah wajib.
d. Pelajar
Siswa adalah makhluk rasional dalam kekuasaan fakta dan keterampilan-keterampilan pokok yang siap melakukan latihan-latihan intelektif atau berpikir.
e. Pengajar
1) Peranan guru kuat dalam mempengaruhi dan mengawasi kegiatan-kegiatan di kelas.
2) Gruru berperanan sebagai sebuah contoh dalam pengawalan nilai-nilai dan penguasaan pengetahuan atau gagasan-gagasan.
B. Perennialisme
1. Orientasi Umum
a. Batasan
Perennialisme adalah gerakan pendidikan yang memprotes terhadap gerakan Pendidikan Prigresivisme yang mengingkari supernatural. Perennialisme adalahgerakan pendidikan yang mempertahankan bahwa nilai-nilai universal itu ada, dan bahwa pendidikan hendaknya merupakan suatu pencarian dan penanaman kebenaran-kebenaran dan nilai-nilai tersebut.
b. Karakteristik
Robert M. Hutchins merangkum tugas pendidikan sebagai berikut : Pendidikan mengandung mengajar. Mengajar mengandung pengetahuan. Penegtahuan adalah kebenaran. Kebenaran, di mana pun adalah saqma. Karena itu pendidikan di mana pun seharusnya sama.
2. Tojoh Hutchins
a. Hutchins adalah juru bicara utama bagi filsafat kaum Perennialisme di Amerika dan sebuah semua kritik yang penting tentang praktek pendidikan, khususnya pendidikan di perguruan tinggi, selama paruh pertama abad 20. Ia merasakan kekacauan dalam pendidikan tinggi disebabkan oleh tiga kelompok utama dalam masyarakat, yaitu:
1.) kecintaan pada uang.
2.) Suatu konsep yang keliru tentang demokrasi, dan
3.) Suatu gagasan yang keliru tentang kemajuan.
Ia terutama menentang kecenderungan mengidentifikasi kemajuan dengan akumulasi yang tepat tentang informasi. Dalam pendekatan semacam ini, pengahargaan terhadap fakta secara logis mendorong pada pengajaran tentang fakta–tetapi ia beragumentasi bahwa fakta tidak selamanya berlaku, dan berdasarkan generasi geometris tentang fakta baru yang berkembang cepat, bagaimanakah usul kita menangani hal tersebut? Ia berpendapat bahwa akan jauh lebih berarti apabila mengutamakan belajar di sekolah dengan belajar pemikiran klasik dan intelektual, yang merupakan kekuatan dan hal yang penting dari akal pikiran manusia.
b. Ketika
Ketika menjadi Presiden Universitas Chicago (1929-1945), sebuah posisi yang diraihnya pada usia 30 tahun, Hutchins berbuat banyak hal untuk memajukan gerekan pendidikan liberal. Ia menghapuskan kelompok-kelompok persaudaraan, sepak bola, wajib hadir, dan sistem kredit. Ia merasa bahwa belajar untuk belajar itu sendiri dirusak oleh konsep universitas yang hanya mempersipakan mahasiswanya untuk bekerja. Penekanan pada kemajuan ini membuatnya sangat merendahkan pendidikan “Melatih” seorang anak muda hanya untuk melakukan suatu tugas yang rendahan seperti: konsmetologogi, montir mobil, atau perbaikan TV, dan ini atas biaya suatu pendidikan, jumlah seluruhnya, hanya untuk merendahkan sifat manusia. Ia meyakini yang sebaliknya, bahwa universitas harus menyediakan suatu pendidikan liberal dan pelatihan praktis tersebut hendaknya terjadi di lembaga-lembaga teknis. Dalam masa menjadi presiden di Universitas Columbia, ia menulis dan memberikan kuliah. Ia mengunggulkan prestasi intelektual dan menegakkan perlunya melestarikan tradisi pemikiran Barat secara akademis.
3. Dasar Filosofis
Orientasi pendidikan dari Perennialisme adalah Scholastisisme atau Neo-Thomisme, yang pada dasarnya memandang kenyataan sebagai sebuah dunia akal pikiran dan Tuhan, pengetahuan yang benar diperoleh melalui berpikir dan keimanan, dan kebaikan berdasarkan perbuatan rasional.
4. Teori Pendidikan
a) Tujuan pendidikan
Membantu anak menyingkap dan menanamkan kebenaran-kebenaran hakiki. Oleh karena kebenaran-kebenaran tersebut universal dan konstan, maka kebenaran-kebenaran tersebut hendaknya menjadi tujuan-tujuan pendidikan yang murni. Kebenaran-kebenaran hakiki dapat dicapai dengan sebaik-baiknya melalui:
1) Latihan intelektual secara cermat untuk melatih pikiran, dan
2) Latihan karakter sebagai suatu cara mengembangkan manusia spritual.
b) Metode Pendidikan
Latihan mental dalam bentuk diskusi, analisis buku melalui pembcaan buku-buku tergolonmg karya-karya besar, buku-buku besar tentang peradaban Barat.
c) Kurikulum
Kurikulum berpusat pada mata pelajaran, dan cenderung menitikberatkan pada: sastra, matematika, bahasa, dan humaniora, termasuk sejarah. Kurikulum adalah pendidikan liberal.
d) Pelajar
Makhluk rasional yang dibimbing oleh prinsip-prinsip pertama, kebenaran-kebenaran abadi, pikiran mengangkat dunia dunia biologis.
e) Pengajar
1) Guru mempunyai peranan dominan dalam penyelenggaraan kegitan belajar-mengajar di kelas.
2) Guru hendaknya orang yang telah menguasai suatu cabang, seorang guru yang ahli (a master teacher) bertugas membimbing diskusi yang akan memudahkan siswa menyimpulkan kebenaran-kebenaran yang tepat, dan wataknya tanpa cela. Guru dipandang sebagai orang yang memiliki otoritas dalam suatu bidang pengetahuan dan keahliannya tidak diragukan.
Mudyahardjo, Redja, “PENGANTAR PENDIDIKAN”, PT Raja Grafindo, Jakarta 2002,-


Pengunjung

Flag Counter