07 April 2026

Tata Bahasa Indonesia EYD: Nyaris Sama Makna, Penjelasan Perbedaan Kata Keluar dan Ke Luar Atau Kata Kedua dan Ke Dua

Kata "keluar" dan "ke luar", atau kata "kedua" dan "ke dua" sering kita dengar, dan sering tertukar penulisan dan maknanya.
Kata "keluar" dan "ke luar", atau kata "kedua" dan "ke dua" dari sisi pengucapan, intonasi memang sama sehingga seolah-olah ke dua kata tersebut memiliki arti atau makna yang sama, tapi berbeda makna dan tujuan.

Dalam pengucapan memang tidak tampak perbedaannya, tapi dalam penulisan sering kali penulisannya tertukar dengan maknanya. Semisalnya ditulis kata "ke luar" tapi makna yang makna yang dimaksud adalah dari "keluar".

Persamaan "Keluar" dan "Ke Luar"
  • Sama-sama terkait dengan konsep perpindahan dari dalam ke luar, atau berhubungan dengan gerakan menuju luar;
  • Keduanya bisa muncul dalam kalimat yang menggambarkan seseorang atau sesuatu yang bergerak meninggalkan ruang/area.;
  • Dalam pengucapan pun tampak sama.
Persamaan "Kedua" dan "Ke Dua" / "Ketiga" dan "Ke Tiga"
  • Sama-sama berhubungan dengan bilangan/angka;
  • Dalam pengucapan pun tampak sama.
Perbedaan "Keluar" dan "Ke Luar"
Bentuk Jenis Makna Contoh Kalimat Rumus Penggunaan Keterangan
Keluar Kata kerja (verba) Aksi berpindah dari dalam ke luar Dia keluar dari kamar. Subjek + keluar (+ keterangan tempat) Menekankan tindakan
Ke luar Frasa preposisional (ke + luar) Arah atau tujuan menuju bagian luar Dia ke luar rumah. Subjek + ke luar + objek/tempat Menekankan arah atau tujuan

Perbedaan "Kedua" dan "Ke Dua" / "Ketiga" dan "Ke Tiga"
Bentuk Jenis Makna Contoh Kalimat Rumus Penggunaan Keterangan
Kedua Bilangan tingkat (ordinal) Menunjukkan urutan nomor dua Dia mendapat juara kedua. Ke + bilangan (serangkai) → urutan Ditulis serangkai untuk menunjukkan urutan
Ke dua Frasa preposisional (ke + dua) Menunjukkan arah atau jumlah menuju dua objek Saya menunjuk ke dua orang itu. Ke + bilangan (dipisah) → arah/jumlah Ditulis terpisah bila bermakna arah/jumlah

Infografis

Referensi/Daftar Pustaka
  • KBBI V (2016) – mendefinisikan "keluar" sebagai verba, "kedua/ketiga" sebagai bilangan tingkat.
  • Alwi, Hasan dkk. (2003). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. – menjelaskan fungsi preposisi "ke" dan bilangan ordinal.
  • Kridalaksana, Harimurti (2008). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. – membedakan kata kerja, frasa preposisional, dan bilangan.

Comments
0 Comments
No comments:
Write Isi Komentar Baru

Mohon komentarnya dengan tidak memuat komentar yang berunsur SARA, Pornografi dan hal-hal yang tidak sesusai dengan aturan/norma yang berlaku. Terima kasih dan salam sejahtera.