23 December 2007

KEMBAR TAPI TAK SAMA


"kembar sama tapi tak sama...bingung aku.. duo's huta galung,,umurnya sama (26).. partarutung...orbat..en sama tampannya..( ito marada huta galung atep na kembar mu do on ito,patakkas jo..)"
Aku heran, kata orang di situs gobatak aku kembar sama dia, http://gobatak.com/photos/displayimage.php?album=search&cat=0&pos=9
Yang mana saya, coba tebak saja.

Tapi, koq bisa dibilang kembar...? Soalnya dia lebih ganteng dari aku. Aku sendiri bingung...? Siapa orang yang di sampingku itu, ya....?. ^-^


20 December 2007

DANG ADONG ALAI ADONG

Nih...Tulisan latinnya :
DANG ADONG ALAI ADONG
Tung mansai asing do nuaeng panghilalanhu.
Dang adong alai adong...!
Molo huida, dang adong...
Molo huhilala.., alai adong.
Aha do i...?
Molo hulului, sai lam dao...
Molo hupadao, alai sai hira najonok...
Aha do i...?
Molo hujama dang huhilala..
Alai molo dang hujama gabe au do dijama. Aha do i...?
Molo dang adong boasa sai adong di pinghiranku.
Molo dao boasa sai jonok tu rohanghu.
Molo dang hilala hujama boasa sai dijama.
Molo na marrupa do, aha do i...?
Molo jolma do, ise do i...?
___________________________
Binahen : B. Marada Hutagalung
Tarutung, 22 Nopember 2007
Ni... Bahasa Indonesianya :
TIDAK ADA TETAPI ADA
Hatiku sekarang sangat merasa asing
Tidak ada tetapi ada...!
Bila kulihat, tidak ada...
Bila kurasakan ada...
Apakah itu...?
Bila kucari, malah bertambah jauh.
Bila aku jauh, malah seperti mendekat padaku. Apakah itu...?
Bila kuraba, tidak kurasakan...
Bila tidak kuraba, malah aku yang disentuh...
Apakah itu...?
Bila tak ada mengapa harus ada dalam perasaanku?
Bila jauh, mengapa harus dekat di hatiku?
Bila tak kurasakan kuraba, mengapa hatiku disentuh...?
Bila berwujud, apakah itu...?
Bila insan, siapakah dia...?
___________________________
Oleh : B. Marada Hutagalung
Tarutung, 22 Nopember 2007

19 December 2007

SENDIRI

Hidup sendiri itu memang susah...! Tapi, menurut saya lebih hidup sendiri dari pada hidup menyendiri. Wah, apa bedanya hidup sendiri dengan hidup menyendiri? Pokoknya berbeda...!!!
Begini, hidup sendiri itu dikarenakan ditinggalkan oleh seseorang yang amat disayang, atau tidak orang/teman/kekasih yang dekat dengannya. Sedangkan hidup menyendiri dikarenakan orang tersebut "kuper", atau tidak suka bergaul. Artinya, di mana, apapun/bagaimanpun terjadi dia tetap sendiri. Tidak mau ditemani oleh siapapun.

Tapi, kalau aku lagi ga mood, terkadang lebih suka menyendiri. Bisa jadi toh mengarah ke situ pikirannya. Tapi ga selamanya.

Tapi, koq aku blog tentang ini ya...? Ya, wajar saja...! Karena aku lagi sendiri, eh...lagi ngejomblo gitu lho...he...he...he. (Khacian deh lo...!) Emang kenapa...? Liat aja percakapan di bawah ini:

Penanya : "Apa yang membuat kamu ga mood hari ini...?"

Marada : "Ga ada teman....!"

Penanya : "Ah..., yang benar saja? Jangan-jangan kamu lagi ga mood gara-gara ga punya pacar? Atau, jangan-jangan lagi ditolak....?"

Marada : "Haaa...? Pertanyaanmu koq ngawur...?

Penanya : "Jawab dong dengan jujur...? Bohong itu dosa lho....!"

Marada : "Oke, oke...! Aku memang ditolak....!"

Penanya : "Kenapa ditolak....?"

Marada : "Lha, koq nanya itu lagi...? E....apa ya...?"

Penanya : "Ee..., jangan bilang ga tau atau lupa? Bilang apa adanya...!"

Marada : "Oke, kamu menang...! Aku ditolak karena memang gadis ga cinta amaku!

Gimana...? Udah puas dengan jawaban aku...?"

Penanya : "Jangan marah dong...? Kamu kan, ganteng, baik, jago bikin lagu, bikin puisi..., jago segalanya deh....! Pasti banyak cewek yang suka...!"

Marada : "Bah...! Na boha do ho....? Ups..., gimana sih...? Masa kamu bilang aku ganteng, dan segala macam....? Kalau memang seperti ngapaian gue cape-cape cari cewe?"

Penanya : "Rayu dong....! Atau kasi sikit suatu hal yang mengagumkan baginya..! Gimana?"

Marada : "Wah...! Aku ga bisa merayu...! Bikin cewe terkagum, itulah yang ga bisa kulakukan?"

Penanya : "Kenapa kamu sendiri?"

Marada : "Lho...! Itu'kan sama dengan pertanyaan yang tadi? Koq malah balik lagi...?"

Penanya : "Jawab aja....! Susah banget sih ngasi jawaban...?"

Marada : "Haaa...? Masa kamu jadi kebangetan....? Aku sendiri karena ga punya teman..?"

Penanya : "Ga punya pacar gitu...?"

Marada : "Iya...!!! Ups....! Ketahuan, he...he...he...!"

Penanya : "Ketahuan...? Dari tadi udah jelas kq ketahuan...! Hanya ingin meperjelas saja!"

Marada : "Bah...! Keterlaluan....!"

Penanya : "Siapa cewek yang menolak kamu....?"

Marada : "Eee, pentingkah...?"

Penanya : "Kira-kira begitulah...?"

Marada : "Please, ga usah dibilangin ya...? Soalnya aku khawatir dia marah samaku gara-gara kubilang namanya di sini...!"

Penanya : "Berarti kamu pejantan tanggung...! Bukan tangguh...!"

Marada : "Siapa bilang aku pejantan tanggung...? Aku pejantan tangguh, lho...!"

Penanya : "Dalam hal apa...?"

Marada : "Ups...! Dalam musik memang tangguh...! Tapi, he...he...he, dalam hal wanita saya memang tanggung...!"

Penanya : "Akhirnya jujur juga...!"

Marada : "Lho, koq....?"

Penanya : "Maksudku, aku suka kamu...!"

Marada : "Hei...! Aku normal, nih...!"

Penanya : "Haa...? Siapa bilang aku suka kamu...? Aku pengen bilang aku suka cara ngomong kamu...!"

Marada : "Udah ah...! Aku pengen sendiri....!"




12 December 2007

SEJARAH SINGKAT MUSIK KERONCONG

Keroncong adalah sejenis musik Indonesia yang memiliki hubungan historis dengan sejenis musik Portugis yang dikenal sebagai fado. Sejarah keroncong di Indonesia dapat ditarik hingga akhir abad ke-16, di saat kekuatan Portugis mulai melemah di Nusantara. Keroncong berawal dari musik yang dimainkan para budak dan opsir Portugis dari daratan India (Goa) serta Maluku. Bentuk awal musik ini disebut moresco, yang diiringi oleh alat musik dawai. Dalam perkembangannya, masuk sejumlah unsur tradisional Nusantara, seperti penggunaan seruling serta beberapa komponen gamelan. Pada sekitar abad ke-19 bentuk musik campuran ini sudah populer di banyak tempat di Nusantara, bahkan hingga ke Semenanjung Malaya Masa keemasan ini berlanjut hingga sekitar tahun 1960-an, dan kemudian meredup akibat masuknya gelombang musik populer. Meskipun demikian, musik keroncong masih tetap dimainkan dan dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat di Indonesia dan Malaysia hingga sekarang.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Keroncong


ASAL USUL MUSIK DANGDUT

Mohon maaf jika ada para pembaca bertentangan dengan Pemahaman Saya.

Aliran Musik Dangdut memang sudah menjadi ciri khas musik Indonesia, dan dinyatakan sebagai musik asli Indonesia. Secara total bukan, hanya perubahan sedikit model dan bentuk musik tersebut. Yang 100 % asli milik Indonesia adalah perubahan namanya saja.

Baik, mungkin masih ada yang bertentangan pendapat saya. Mari kita pahami secara logika.
Ada beberapa hal yang perlu kita lihat :

  1. Musik ini jauh berbeda dengan aliran musik tradisional asli Indonesia baik dari cara menyanyikan maupun model alat musik yang dipakai. (sebagaian ada yang sama/mirip);
  2. Kelahiran musik dangdut di Indonesia baru muncul setelah agama Islam lahir di Indonesia yang sudah bercampur dengan musik tradisional India, dan berkembang pesat oleh pengaruh perkembangan alat-alat musik modern serta seiring perkembangan musik Pop, Rock, dsb.
Secara kronologisnya begini:Aliran musik ini berakar dari musik melayu (tahun 1940-an). Dalam evolusi menuju bentuk kontemporer sekarang masuk pengaruh unsur-unsur musik India (khususnya penggunaan alat musik tabla) dan Arab (pada cengkok dan harmonisasi). Perubahan arus politik Indonesia di akhir tahun 1960-an membuka masuknya pengaruh musik barat yang kuat dengan masuknya penggunaan gitar elektrik/listrik dan juga bentuk pemasarannya. Sejak tahun 1970-an dangdut boleh dikatakan telah matang dalam bentuknya yang kontemporer.

Nama "dangdut" merupakan onomatope dari suara permainan tabla (dalam dunia dangdut disebut gendang saja) yang khas dan didominasi oleh bunyi dang dan ndut. Nama ini sebetulnya adalah sebutan sinis dalam sebuah artikel majalah awal 1970-an bagi bentuk musik melayu yang sangat populer di kalangan masyarakat kelas pekerja saat itu.

Maka asli musik Indonesia 50 % (melayu), pengaruh India 30 %, dan pengaruh India 20 %. Jadi tidak 100 % asli musik Indonesia.

MRD

Pengunjung

Flag Counter