24 August 2017

Logo GKPI Berwarna dan Hitam-Putih atau Monogram

Logo GKPI


Dalam hal ini saya berhasil menyempurnakan logo GKPI (Gereja Kristen Protestan Indonesia), namun saya menyempurnakannya bukan mengubah keaslian logo tersebut, hanya sebatas menyempurnakan kekurangannya saja, karena logo tersebut bukanlah hasil karya saya.

Berikut inilah logo GKPI yang telah saya sempurnakan:
Logo GKPI Berwarna
Saya juga menyediakan logo GKPI Hitam-Putih atau Monogram:






Bagi saudara/i yang ingin menggunakannya secara langung ke dokumen kerja seperti Microsoft Word, Excel dan lain-lain silahkan klik download di bawah ini:
https://drive.google.com/uc?export=download&id=0B9Z_fXJ4Lz9ra1Y3UnNrZVVXNE0


Salam GKPI.

07 July 2017

Logo HUT NKRI Ke-72 versi BMH


Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72 tahun maka saya mencoba membuat kreasi sendiri logo HUT NKRI Ke-72 versi BMH (saya).

Awalnya logo ini saya kirim ke Kementerian Sekretariat Negara RI namun ditolak karena Kemensetneg sudah memiliki tim untuk mendisain logo HUT NKRI Ke-72, oleh karena itulah saya publikasikan lewat blog ini siapa tahu ada yang berminat menggunakannya.

Bagi yang berminat untuk menggunakannya dapat mengunduhnya secara gratis, namun saya memohon agar logo tersebut untuk tidak dikomersialkan atau diperjual-belikan karena saya membuat ini untuk mengajak sesama warga negara Indonesia untuk berkarya baik di bidang disain gambar mau pun di bidang lain.

Unduh logo tersebut di bawah ini:
https://drive.google.com/uc?export=download&id=0B9Z_fXJ4Lz9rWFZiZVFiNTdJbnpualFqLThsaWMzYjdJeGdV


Arti Logo:

  1. Angka 72 dan huruf TH adalah HUT Kemerdekaan RI Yang Ke-72 Tahun.
  2. Lingkaran pita yang tak berujung adalah simbol ikatan persatuan, persaudaraan, dan kebersamaan yang tak terputus serta cinta Indonesia selamanya.
  3. Kepala Burung Garuda Pancasila pada ujung atas bagian kiri angka 7 adalah simbol kebhinnekaan.
  4. Sayap Burung Garuda Pancasila pada bagian atas kanan angka 2 adalah simbol kemauan, kesiapan dan kebijaksanaan untuk bekarya memajukan bangsa Indonesia.
  5. Kalimat "Indonesia Maju" adalah melambangkan doa dan harapan bangsa supaya bangsa Indonesia semakin maju dan makmur, sekaligus himbauan bagi warga negara Indonesia untuk ikut berpartisipasi memajukan bangsa Indonesia.
  6. Warna merah pada semua gambar adalah simbol keberanian, dan pengorbanan dalam mempertahankan keutuhan dan kedaulatan NKRI.
  7. Arti keseluruan Logo adalah di usia kemerdekaan NKRI yang ke-72 tahun ini bangsa Indonesia akan semakin maju, kuat, utuh dan berdaulat jika semua semua warga Indonesia yang beragam suku, agama, ras dapat bersatu, berani berkorban dan berkaya dengan ikhlas demi bangsa Indonesia, serta dibarengi doa dan harapan kepada Tuhan Yang Maha Esa supaya TYME memberkati bangsa Indonesia.


Salam Indonesia.

22 March 2017

Penerimaan Tenaga Ahli Profesi (Kontrak) BLUD di Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Bandung Tahun 2017

Penerimaan Tenaga Ahli Profesi (Kontrak) BLUD di Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Bandung Tahun 2017

Formasi yang diterima



  1. Pengumuman dan Persyaratan klik unduh.
  2. Formulir isian klik unduh.
  3. Cek list Kelengkapan berkas klik unduh.
Segera mendaftar, waktu terbatas.

06 January 2017

Korpri Story: Saya Bangga Menjadi ASN Anggota Korpri


APARATUR Sipil Negara (ASN) boleh jadi dibenci orang namun sekaligus juga dirindukan. Dibenci karena penghasilannya tidak seberapa dibanding penghasilan perusahaan-perusahaan besar tertentu, namun dirindukan karena setelah pensiun tetap digaji meski sedikit. Itulah asumsi beberapa orang baik dari anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) maupun bukan anggota KORPRI.

Bila dilihat dari kacamata anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) maka asumsi di atas bisa dibenarkan. Sebab APBD dan PAD tadi memengaruhi penghasilan tambahan ASN.

APBD di setiap daerah tidak sama. Oleh karena itu anggaran untuk belanja pegawai pun harus disesuaikan termasuk untuk penghasilan tambahan pegawai seperti uang lauk pauk, uang kesejahteraan, insentif, tunjangan tambahan penghasilan, insentif, dan lainnya.

Apabila dibandingkan lagi dengan APBD DKI Jakarta dan keuangan Lembaga Pemerintahan Pusat tentu jauh berbeda dengan APBD di daerah-daerah, termasuk anggaran untuk belanja pegawai dan penghasilan tambahannya.

Sebenarnya gaji ASN berdasarkan pangkat, masa kerjanya sama semua, semisal ASN Fungsional Umum, golongan III/a dengan masa kerja 5 tahun, gajinya sama baik di daerah maupun di pusat dan itu sudah ada aturannya. Namun di penghasilan tambahan ASN barulah berbeda di setiap daerah, apalagi bila dibandingkan dengan lembaga pemerintahan pusat.

Itu sebabnya ASN berpangkat rendah di DKI Jakarta bisa lebih besar/tinggi penghasilannya dari pada ASN yang berpangkat tinggi di beberapa daerah yang rendah PAD-nya.

Lalu apakah semua ASN bangga menjadi ASN? Tergantung keadaan, bisa bangga atau juga tidak. Atau kebanggaannya memiliki tempo, yakni kadang bangga namun kadang tidak, lalu kembali bangga. Ada beberapa orang bangga menjadi ASN karena:
- bisa menjadi abdi negara;
- bisa melayani negara dan masyarakat dengan ikhlas;
- memiliki kesempatan untuk berkarya, berkreasi, dan berinovasi;
- memiliki kesempatan untuk meningkatkan SDM demi kinerja yang baik;
- mendapat wawasan/pengetahuan baru;
- memiliki kesempatan untuk menjalankan tugas negara;
- dll.

Secara teori para ASN akan lebih banyak menyampaikan rasa bangganya dari sisi positif. Namun pada kenyataannya tidak semua demikian. Mereka yang tidak memiliki jiwa pelayanan yang ikhlas akan lebih cenderung jenuh mengerjakan tugasnya bila tidak ada materi pendukung seperti uang.

Itu merupakan hal yang buruk, karena apabila para ASN tidak menjalankan tugasnya dengan baik dan tidak memiliki jiwa pelayanan, maka akan berdampak buruk bagi masyarakat dan negara (sia-sia digaji negara tapi kinerjanya buruk).

Bagaimana dengan saya sendiri? Saya pernah merasa jenuh, namun bukan karena masalah penghasilan atau juga bukan karena posisi jabatan. Saya jenuh karena mengerjakan tugas yang tidak saya pahami, namun harus diselesaikan secepat mungkin, sehingga hasilnya tidak maksimal dan tugas rutin pun menjadi terbelengkalai.

Jika jauh-jauh hari tugas yang tidak saya pahami itu diberikan secepatnya kepada saya, maka kemungkinan besar saya akan punya waktu untuk mempelajarinya dan hasilnya bisa maksimal. Kejenuhan saya tidak hanya sampai di situ saja. Terkadang saya jenuh dengan rekan-rekan sekantor saya yang tidak bisa diajak bekerjasama dan berkoordinasi karena ada beberapa tugas saya yang berhubungan dengan pekerjaan mereka.

Meski demikian, saya bangga menjadi ASN anggota Korpri karena pemerintah memberi kesempatan bagi saya untuk berkarya, berkreasi, berinovasi demi negara. Karya saya belum tentu sebaik karya orang lain, namun saya bangga karena saya mendapat kesempatan untuk berkarya, berkreasi dan berinovasi untuk negara.

Sekarang ini banyak ASN berpendidikan tinggi, pintar dan ahli, namun mereka justru tidak menggunakannya untuk melayani negara dan masyarakat, melainkan digunakan di saat ia butuh, bukan di saat negara butuh.

Kebanggaan saya tidak hanya itu saja, yakni saya bangga karena pemerintah memberikan kesempatan bagi saya untuk menambah wawasan/pengetahuan baru. Namun kebanggaan saya yang utama adalah karena saya terpilih menjadi abdi negara untuk siap melayani negara dan masyarakat.

Saya berharap supaya para ASN bangga menjadi ASN, karena terpilih menjadi abdi negara untuk siap melayani negara dan masyarakat, karena ASN adalah Pelayan Negara dan Masyarakat.

Sekian dan terima kasih.

Sumber: goo.gl/67DA5G

Oleh: B. Marada Hutagalung
Editor: @Korpriofficial

Pengunjung

Flag Counter