28 Pebruari 2009 (Kisah Malam Mingguku)

Written By B. Marada Hutagalung on 28 Februari 2009 | 2/28/2009 04:00:00 PM

28 Pebruari 2009 (Kisah Malam Mingguku)

Tarutung, (28/09/09)

Sekitar jam tengah 7 malam, akhirnya saya, mama dan adikku (Arlinton : klik link FB-nya) selesai menutup kios di Pasar Baru Tarutung. Dan saya duluan pulang ke rumah.

pada jam 7 malam dengan berjalan kaki saya tiba di rumah. Beres-beres sebentar, sambil mengisi ulang batere HP yang sudah sekarat. Sekitar jam 8 malam akhirnya aku sudah bergaya dan saatnya ke luar dari rumah.

Di perjalanan saya mencoba untuk menghubungi teman saya Doniwanto Hutabarat (klik klik link FB-nya) dan Fendiv Tobing (klik klik link FB-nya), namun saya urungkan niat saya. Saya kuatir nanti acara malam mingguan mereka terganggu olehku.

Kembali terbersit di hati untuk merencanakan sesuatu, yakni bertandang ke rumah cewe. Tapi, cewe mana yang harus saya tandangin ya? Wah, aku sedih banget, ditambah lagi aku melihat beberapa pasang sedang berpacaran sambil berjalan, dan ada yang naik sepeda motor sambil berboncengan denagan pasangannya masing-masing, maikn bertambah sedih hatiku.

Lebih parah lagi, aku malah teringat seorang cewek yang pernah kutemui di balige, Kab. Tobasa. Semakin bertambah kesedihan hatiku.

Namun kesedihanku mulai hilang karena perut berbunyi tanda waktunya makan. Ya, kucoba aja menghibur diri dengan makan Mie Ayam plus Bakso, namun setelah itu muncul lagi perasaan sedih itu ketika kulihat teman-temaku sedang berjalan dengan pasangannya.

Kucoba kembali menghibur diri dengan membaca rubik teknologi di koran sambil merokok. Tetap juga tidak hilang. Maka aku coab membuat kesibukan lain. aku pergi ke warnet Channel One Tarutung. Akhirnya kesedihanku mulai hilang karena sibuk chating dengan teman chat (Meli Buddhis).

Akhirnya, aku malam mingguan dengan komputer sambil browsing, chating, dan mengedit blogku.

GBU.

0 Isi Komentar Baru:

Posting Komentar

Mohon komentarnya dengan tidak memuat komentar yang berunsur SARA, Pornografi dan hal-hal yang tidak sesusai dengan aturan/norma yang berlaku. Terima kasih dan salam sejahtera.